Meski Terhalang Pembebasan Lahan, Rini Optimis Tol Binjai-Medan Beroperasi Akhir 2017
Para pekerja sedang mengejarkan pembangunan Jalan Tol Medan-Binjai di kawasan Sei Semayang, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, Jumat (8/5). Pembangunan Jalan Tol Medan-Binjai sepanjang kurang lebih 27 kilometer yang menjadi bagian Tol Trans Sumatera masih lambat hingga kini. Pembangunan tol yang telah dimulai awal tahun 2015 tersebut baru mencapai 3-5 hingga saat ini. Kontraktor berdalih pihaknya belum bisa bekerja optimal karena lambatnya pembebasan lahan, sedangkan tim pembebas lahan mengharapkan kontraktor bekerja optimal di lahan yang telah dibebaskan terlebih dahulu. Kompas/Adrian Fajriansyah (DRI) 08-05-2015
Pemerintah Indonesia menargetkan Tol Binjai-Medan, Sumatera Utara beroperasi pada akhir 2017. Namun, dalam pembangunan tol Trans Sumatera ini, masih mengalami kendala berupa pembebasan lahan.
Pemerintah mengaku akan menyelesaikan pembebasan lahan ini, akhir April 2017. Menteri Badan Usaha Milik Negara, Rino Soemarno menjelaskan, untuk progres pembangunan jalan tol Medan Binjai dipastikan 2017, sudah dapat dioperasionalkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
Namun, Rini mengungkapkan, masih ada kendala pembebasan lahan pada seksi 1 yang harus diselesaikan dengan masyarakat. Tetapi, dia optimistis, dua seksi, atau dua jalur tol itu bisa terselesaikan dengan baik dengan masyarakat menempati lahan tersebut.
“Untuk persoalan pembebasan lahan di seksi 1 ini, memang cukup rumit sehingga masih dalam proses dan sedang kita bicarakan. Namun, untuk seksi 2 dan seksi 3 saat ini lagi proses pembangunan dan kita targetkan sebelum Lebaran sudah dapat digunakan oleh masyarakat,” kata Rini.
Ia menjelaskan, April ini pembebasan lahan untuk seksi 1 dapat diselesaikan, maka pembangunan sudah dapat dilanjutkan, permasalahannya di lahan tersebut terdapat tiga sertifikat tanah. Namun, ada 360 kepala keluarga yang saat ini menempati lahan tersebut.
Dengan melakukan peninjauan langsung Rini mengharapkan menteri lintas pemerintah bisa sama-sama menyelesaikan permasalahan dalam pembebasan lahan tersebut.
“Makanya kita harapkan April ini pembebasan lahan sudah dapat diselesaikan untuk seksi 1, dan kita targetkan di akhir 2017, keseluruhannya dapat betul-betul selesai dan dapat dioperasionalkan,” ujar Rini.
Diketahui, jalan tol Medan-Binjai yang memiliki total panjang 25,44 kilometer, terdiri dari tiga seksi. Seksi 1 Tanjung Mulia-Helvetia memiliki panjang 6,07 kilometer, di mana progres fisiknya baru sebesar 16,71 persen.
Hal itu, karena lahan yang dapat dibebaskan baru sekitar 67 persen, dari 33,66 ha lahan yang dibutuhkan. Target penyelesaian konstruksinya pun dipatok rampung pada Desember 2017.
Untuk seksi II Helvetia-Sei Semayang dengan panjang 9,05 kilometer, progres fisiknya telah mencapai 88,43 persen dengan lahan yang sudah dibebaskan 97 persen, dari 46,36 hektar lahan.
Sementara itu, seksi III Sei Semayang-Binjai yang memiliki panjang 10,31 kilometer, progres fisiknya mencapai 86,27 persen dengan progres pembebasan lahan 99,48 persen, dari 61,04 ha lahan yang dibebaskan
