Transportation

MRT Jakarta Angkut 107 Ribu Orang pada Mei 2024

Pada bulan Mei 2024, PT MRT Jakarta (Perseroda) mencatat 107.773 orang menggunakan MRT Jakarta setiap hari.

Jumlah ini mengalami peningkatan dari bulan sebelumnya, yaitu 90.316 orang per hari. Secara total angka keterangkutan, pada Mei lalu, tidak kurang dari 3.340.972 orang menggunakan ratangga.

“Secara konsisten, MRT Jakarta mempertahankan ketepatan waktu operasional yang meliputi ketepatan waktu tempuh, kedatangan, dan berhenti ratangga 100 persen dengan 7.882 perjalanan kereta,” tulis pihak MRT Jakarta dalam keterangannya, Senin (10/6/2024).

Pada periode tersebut, rata-rata jumlah penumpang mencapai 127.773 orang saat hari kerja. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat pekerja telah menggunakan MRT Jakarta saat beraktivitas dari tempat tinggal ke tempat kerja, begitu pula sebaliknya.

“Meskipun pada Mei terjadi insiden jatuhnya material besi di jalur MRT Jakarta dari proyek konstruksi dan kontraktor lain yang menyebabkan berhentinya operasional MRT Jakarta serta pembatalan lebih dari 100 perjalanan kereta, angka keterangkutan tetap menunjukkan pola kenaikan,” katanya.

Tren peningkatan angka keterangkutan (ridership) terlihat di lima stasiun, yakni Dukuh Atas BNI, Bundaran HI, Lebak Bulus Grab, Blok M BCA, Senayan Mastercard, dan Istora Mandiri.

Ada beberapa faktor yang mendorong angka keterangkutan mengalami peningkatan, seperti integrasi antarmoda dan gedung di sekitar stasiun, transit mitra feeder, dan program gaya hidup dan event.

Selain itu, MRT Jakarta juga bekerja sama dengan berbagai pihak, terutama dari industri wisata seperti sektor kuliner, aktivitas, hingga pusat perbelanjaan, kesehatan, pendidikan, hingga promo tiket di sejumlah tempat wisata.

“Kerja kolaborasi dengan sejumlah operator transportasi publik pengumpan (feeder) juga mendorong peningkatan angka keterangkutan. Lebih jauh lagi, moda pengumpan ini juga mengangkut dari kawasan hunian langsung menuju stasiun terdekat. Terbaru, PT MRT Jakarta (Perseroda) bekerja sama dengan Damri untuk menyediakan layanan pengumpan dari PIK 2 menuju Stasiun Blok M BCA,” katanya.

Dengan adanya kehadiran angkutan pengumpan ini, akan berdampak pada kenaikan angka keterangkutan, serta mendorong kebudayaan menggunakan platform berbagi kendaraan. Secara angka, operator pengumpan ini menyumbang sekitar 22-23 persen angka keterangkutan dari total ridership MRT Jakarta.

“Terhitung sejak Mei 2023, waktu operasional ratangga dan stasiun saat akhir pekan yang biasanya mulai pukul 6 dan berakhir pada pukul 24.00, menjadi pukul 5 hingga 24.00 sebagai bentuk dukungan terhadap aktivitas masyarakat pada akhir pekan di sepanjang jalur MRT Jakarta,” ucapnya.

Sementara itu, jumlah pengguna MRT Jakarta mencapai 91 ribu orang per hari pada 2023. Angka ini melampaui target 70 ribu orang per hari sepanjang 2023.

“Pada 2024 ini, PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan 92 ribu orang per hari pada akhir tahun. PT MRT Jakarta (Perseroda) berterima kasih kepada masyarakat yang telah menaruh kepercayaannya terhadap layanan MRT Jakarta dan mitra-mitra pengumpannya sehingga lebih banyak orang yang menggunakan MRT Jakarta dalam mobilitas sehari-harinya,” katanya.

Sebagai bagian dari inovasi dan mengikuti tren digital oleh masyarakat, pengguna jasa MRT Jakarta dapat menggunakan aplikasi MRT Jakarta di ponsel pintar untuk membeli tiket perjalanan, menggunakan poin penggunaan untuk ditukar dengan berbagai promo, bahkan menonton film dan bermain gim ponsel. Seluruh fitur gaya hidup ini bertujuan untuk memberikan pengalaman penuh kepada pelanggan saat menggunakan layanan MRT Jakarta.

Pembelian tiket rombongan (maksimal lima tiket per akun) melalui aplikasi di ponsel berbasis android pun dapat dilakukan sehingga memudahkan bagi pelanggan rombongan untuk bepergian.

Selain itu, MRT Jakarta juga menyediakan mesin top up uang elektronik keluaran bank di setiap stasiun. Inovasi melalui mesin tiket kertas kode QR juga disediakan untuk memudahkan masyarakat saat membeli tiket.

Terbarunya, MRT Jakarta menyediakan mesin tiket kertas kode QR versi mobile, seperti mesin EDC, di mana pengguna jasa dapat memesan, membayar, dan mencetak tiket kertas melalui alat mobile yang dibawa oleh petugas stasiun saat kondisi sedang ramai. (Sumber: MRT Jakarta)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button