Nasi minyak, menu khas Palembang yang gurih

0

nasi-minyak-001

Nasi minyak merupakan menu masakan khas dari Palembang yang sudah terkenal. Menu ini biasanya dibuat untuk sebuah acara hajatan seperti pernikahan. Jika anda kondangan di daerah Palembang, jangan lupa untuk mencicipi menu yang satu ini. Nasi minyak biasa dihidangkan dengan kari ayam, ayam panggang, sambal nanas atau yang lainnya. Nasi minyak ini mirip dengan nasi kebuli atau nasi biryani, hanya pada pengolahan dan bumbunya sedikit berbeda. Sesuai dengan namanya yakni resep nasi minyak tentunya nasi ini berminyak. Nasi Minyak adalah makanan khas Kota Palembang, selain Pempek yang harus Anda cicipi. Di Provinsi Jambi juga ada Nasi Minyak. Bedanya, kalau nasi minyak khas Jambi disantap dengan menggunakan kuah kari. Sedangkan nasi minyak khas Sumatera Selatan hanya dimakan begitu saja dengan lauk pauknya.

Sebenarnya nasi minyak adalah nasi yang diolah dengan menggunakan minyak samin. Kalau disebut nasi minyak samin, jadinya panjang. Makanya, orang-orang Palembang hanya menyebutnya nasi minyak saja. Dulu nasi minyak hanya disediakan setiap hari Jumat saja. Konon, Sultan Palembang sering menyantap nasi minyak ini setiap hari Jumat setelah ibadah shalat Jumat dan pada saat-saat tertentu, seperti hajatan atau pesta perayaan lain di kesultanan. Pada masa itu, nasi minyak termasuk makanan mewah, jadi tidak dikonsumsi untuk makanan sehari-hari. Hanya keluarga sultan atau tamu-tamu agung saja yang bisa mencicipi kenikmatan nasi minyak.

Menurut Pak Muhammad, anak H. Abuk (Haji Abdullah) yang meneruskan usaha dagang nasi minyak sejak tahun 1980-an, sebenarnya nasi minyak adalah nasi yang diolah dengan menggunakan minyak samin. Kalau disebut nasi minyak samin, jadinya panjang. Makanya, orang-orang Palembang hanya menyebutnya nasi minyak saja. Muhammad bercerita bahwa dulu nasi minyak hanya disediakan setiap hari Jumat saja. Konon, Sultan Palembang sering menyantap nasi minyak ini setiap hari Jumat setelah ibadah shalat Jumat dan pada saat-saat tertentu, seperti hajatan atau pesta perayaan lain di kesultanan.

Nasi minyak palembang untuk membuatnya biasa menggunakan minyak samin, namun jika anda tidak memiliki minyak samin bisa menggantinya dengan mentega. Bagi anda yang ingin mencoba membuat sendiri di rumah, kami akan bagikan resep nasi minyak khas palembang yang enak berikut ini. Nasi minyak Palembang ini la tekenal nian. Kalau dahulu setiap ada hajat pernikahan, sudah hampir jadi keharusan untuk membuat nasi minyak. Di buat di kuali yang sangat besar, biasanya dari kuningan. Pengaduknya biasanya dari kayu, seukuran dayung perahu.

Namun, kita juga tetap bisa membuatnya dalam porsi kecil saja untuk disantap bersama di rumah. Kami sering melakukannya. Biasanya bumbu-bumbu kami beli di Palembang, termasuk minyak samin-nya. Nikmat rasanya cocok dipadukan dengan lauk Ayam goreng kecap, sambal nanas atau mangga, dan lain-lain. Makanan ini adalah makanan khas Kota Palembang, selain Pempek yang harus Anda cicipi. Di Provinsi Jambi juga ada Nasi Minyak. Bedanya, kalau nasi minyak khas Jambi disantap dengan menggunakan kuah kari. Kalau nasi minyak khas Sumatera Selatan hanya dimakan begitu saja dengan lauk pauknya. Di Palembang, tempat makan nasi minyak ada di Pasar Kuto. Nama rumah makannya adalah Warung Nasi Minyak Haji Abuk. Tak hanya orang Palembang saja yang sering datang ke rumah makan Haji Abuk, tapi juga orang-orang pendatang dari luar Palembang. (arf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *