NTB dan Uzbekistan Jalin Kerja Sama Kembangkan Pariwisata Halal

0
WhatsApp-Image-2019-06-24-at-16.54.56

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Pemerintah Uzbekistan sepakat berkolaborasi untuk mengembangkan pariwisata halal di kedua negara. Kesepakatan ini  tertuang  dalam nota kerja sama yang ditandatangani Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah dan Wakil Direktur Pertama Departemen Regional Provinsi Bukhara, Uzbekistan, Khakimov di ruang Wakil Gubernur NTB di Mataram, Senin (24/6/2019).

Hadir pada kesempatan kerja sama itu, Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Moh Faozal dan Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Dewantoro Umbu Joka.

Sekretaris Kedutaan Besar Uzbekistan untuk Indonesia Muzaffar S Abdulazimov menyambut baik kerja sama ini, apalagi di ajak kerja sama adalah NTB sebagai destinasi wisata halal terbaik dunia. Diharapkan melalui kesepakatan ini, dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke destinasi halal baik yang ada di NTB maupun Uzbekistan.

Menurut Muzaffar,   kesamaan yang dimiliki NTB dan Uzbekistan dapat memudahkan untuk berkolaborasi”Uzbekistan dan Indonesia, khususnya NTB, memiliki banyak kesamaan, baik itu budaya, agama, karena sama-mama mayoritas beragama Islam. Bahkan, ada sejumlah kosakata yang sama dengan Uzbekistan,” ujar Muzaffar.

Muzaffar mengungkapkan promosi, menjadi bagian tugas yang dijalankan ke dua daerah. Promosi secara bersama-sama  dapat mencapai hasil yang maskimal. Selain promosi,  kedua daerah juga sepakat membangun sejumlah infrastruktur, seperti hotel, juga akan menjadi perhatian kedua daerah tersebut.

Menurut Muzaffar sebagai destinasi wisata halal terbaik dunia, Uzbekistan akan belajar banyak kepada NTB dalam pengelolaan wisata halal. “NTB merupakan daerah tepat, sehingga dalam perkembangannya ke depan akan banyak wisatawan Uzbekistan yang datang ke NTB atau sebaliknya,” ungkapnya.

Menurut Muzaffar, nantinya Uzbekistan bisa belajar dan menerapkan seluruh sistem pengelolaan wisata halal di Bukhara. “Kami punya penerbangan langsung dari Jakarta ke Taskins, Uzbekistan. Ini tentu dapat memudahkan akses antar kedua negara,” katanya.

Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah mengakui, potensi yang dimiliki NTB sangat besar. Oleh karena itu, masyarakat luar atau para investor akan semakin tertarik datang ke NTB. Tidak hanya berwisata, tetapi juga untuk berinvestasi. Apalagi, Teluk Saleh, Moyo, dan Tambora baru saja ditetapkan sebagai Biosfer dunia. NTB ini dinilai akan semakin dikenal di seluruh dunia.

“Terima kasih kepada Uzbekistan. Kita akan sama-sama belajar,” ucapnya.

Menurut Rohmi, komposisi penduduk Provinsi Buhkara dan NTB memiliki banyak kesamaan, yaitu sama-sama berpenduduk mayoritas muslim, sama-sama memiliki masjid dan sejarah tentang Islam.

“Mereka ingin banyak belajar tentang wisata halal dengan NTB karena NTB dikenal sebagai destinasi wisata halal terbaik di dunia,” katanya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *