CultureHeadline News

Obama Puji Indonesia Yang Berhasil Jaga Toleransi

Presiden Amerika Serikat (AS) ke 44, Barack Obama akhirnya menyampaikan pidatonya di Kongres Diaspora Indonesia ke 4 di Hall Kota Kasablanca, Jakarta, Sabtu 1 Juli 2017. Dalam pidatonya di  hadapan ribuan orang, Obama menceritakan  kisah masa kecilnya di Jakarta.  Yang paling mengelitik adalah pengalaman Obama saat naik becak dan bemo.Kendaraan roda tiga itu memang masih populer saat Obama tinggal di Indonesia dalam kurun waktu 1967-1971.

“Dulu saya tinggal di Kampung Menteng Dalam, belum banyak mobil. Masih naik becak, naik bemo,” tuturnya sembari tertawa.

Obama juga mengungkapkan bahwa rumahnya pernah juga kebanjiran saat dulu. Namun bukan banjir, Obama menyebutnya dengan istilah merembes.

“Dulu sempat juga repot saat musim hujan, air keluar dari bawah lantai. Merembes. Jadi setelah kering, kami repot bersama-sama membersihkan rumah dari lumpur,” katanya.

Kini, kata Obama, zaman sudah semakin maju. Jakarta sudah makin macet dengan berbagai perubahan yang ada. “Jakarta sekarang padat dan zaman globalisasi semakin maju,” tuturnya.

Selain menceritakan masa kecilnya, tak lupa bekas orang terkuat di AS ini menyampaikan pidatonya tentang pentingnya menjaga toleransi. Terkait hal ini, Obama pun memuji Indonesia yang berhasil memperkokoh semangat toleransi dalam berkehidupan beragama.
“Semangat negara ini adalah toleransi. Semangat itu adalah salah satu pembeda Indonesia, karakter penting yang harus dicontoh semua negara, ‘Bhinneka Tunggal Ika'”, ujar Obama.

Obama bercerita tentang sikap toleransi yang dilihat dari ayah tirinya, Lolo Soetoro. Ayahnya yang merupakan penganut Muslim, sangat menghargai penganut Hindu, Buddha, maupun Kristen.

Obama kemudian menunjukkan betapa toleransi akan keberagaman menjadi identitas utama Bangsa Indonesia. Sebagai contoh, Candi Borobudur yang merupakan candi Buddha berada di tengah negara Muslim. Kemudian, Candi Prambanan yang Hindu dan dilindungi oleh negara Muslim.

Belum lagi tradisi wayang kulit dan cerita Ramayana yang menjadi budaya di negara Muslim seperti Indonesia. Bahkan, Obama mengatakan, di Indonesia, tempat ibadah yang berbeda dapat dibangun berdampingan.

“Kita harus mempromosikan nilai-nilai  toleransi itu setiap hari. Indonesia terdiri atas ribuan pulau, berbagai etnis, agama dan ras. Tapi semua perbedaan harus dihargai,” ungkap Obama.

Diakhir pidatonya selama kurang lebih 30 menti ini, Obama mengaku ada keinginannya yang belum tercapai selama berkunjung ke Indonesia. Keinginannya itu yakni mencicipi es cendol dan es kelapa muda. Kedua minuman tersebut membuat Obama penasaran dan ingin meluangkan waktunya untuk menikmatinya sebelum meninggalkan Indonesia.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button