Observatorium Nasional Bukit Timau Direncanakan Selesai Tahun 2020
Rencana yang diusung Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (LAPAN) dalam pembangunan observatorium nasional makin menunjukkan progres yang positif, sekalipun proses peletakan batu pertamanya baru akan dilakukan awal tahun 2018 mendatang. Observatorium Nasional atau Obnas LAPAN yang baru ini akan dibangun di Kawasan pegunungan Timau di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Pembangunan Obnas digarap atas kerja sama antara LAPAN dan Universitas Nusa Cendana (Undana), Institut Teknologi Bandung (ITB), Pemprov Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Pemkab Kupang. Dan pelaksanaannya akan memakan waktu sampai tahun 2020 mendatang.
Thomas pun turut mengatakan, keberadaan Obnas di Kupang ini akan menggantikan fungsi dari Observatorium Bosscha yang berada di Lembang, Bandung. Menurutnya Observatorium Bosscha kini kurang layak untuk dilakukan observasi, sebab banyaknya polusi cahaya dari Bandung dan sekitarnya.
Selain itu, Obnas sekaligus difungsikan sebagai kawasan wisata, yang mana akan dibangun Taman Nasional Langit Gelap. Kawasan taman ini disuguhi untuk masyarakat yang ingin menikmati ‘bunga’ langit di malam hari.
Kepala Pusat Sains Antariksa LAPAN, Clara Yono Yatini mengatakan, Obnas di Kupang akan dibangun di kawasan dengan luas area 30, 25 hektar. Kemudian ditambah dengan pembangunan Pusat Sains di Kecamatan Amfoang pada lahan seluas 5 hektar.
“Lokasi pembangunan sudah disiapkan, dan saya mewakili Pemerintahan Kabupaten Kupang dan masyarakat menyatakan bahwa kami sangat senang atas pembangunan Obnas ini di Timau,” ujar Bupati Kupang, Ayub Titu Eki.
Sementara itu biaya pembangunan Obnas dan Pusat Sains ini nantinya akan mencapai Rp350 miliar.
