DestinationTourism

Pacific Paint Sulap Desa Kiom di Tual Jadi Mural Kampung Merah Putih

Sebuah sumbangsih nyata bagi masyarakat dilakukan oleh perusahaan cat yang sudah berdiri sejak tahun 1943, Pacific Paint. Lewat program CSR-nya, Pacific Paint bekerjasama dengan masyarakat di Desa Kiom, Tual, Maluku Utara memastikan terciptanya salah satu destinasi wisata menarik di sana, bernama Mural kampung Merah Putih.

Pacific Paint meresmikan Mural Kampung Merah Putih di Tual, Maluku Tenggara, yang menghadirkan total sebanyak 130 Mural bertemakan sejarah perjuangan bangsa Indonesia, sebagai bentuk sumbangsih Pacific Paint bagi Persatuan Indonesia dan membangkitkan lagi rasa nasionalisme di kalangan pemuda bangsa, lewat program CSR-nya.

“Sebagai perusahaan cat, kami ingin ikut berkontribusi dalam membangun rasa nasionalisme. Kami harapkan program ini bisa membantu pemerintah dalam mewujudkan Bhineka Tunggal Ika,” kata Direktur Pacific Paint, Suryanto Tjokrosantoso, pada acara peresmian Mural Kampung Merah Putih di Tual, Maluku Tenggara, Sabtu (27/1) lalu.

Wali Kota Tual, Adam Rahayaan bersama Direktur Utama Pasifik Paint, Suryanto Joko Santoso Meresmikan Mural Kampung Merah Putih

Menurut Suryanto, program di Kampung Merah Putih ini sejalan dengan visi perusahaan yang ingin mewarnai Indonesia dari generasi ke generasi. Dalam pengerjaannya, program ini juga melibatkan masyarakat sekitar dan pemerintah kota Tual.

Dia menjelaskan, Kampung Merah Putih dihuni 500 warga yang tergabung dalam 1 RW, 5 RT, dan 147 kepala keluarga.

“Kampung ini sebelumnya sudah dicat, tetapi cat memiliki umur. Jadi kami berinisiatif untuk kembali memperindah sekaligus menghadirkan mural agar kampung ini juga bisa menjadi tempat wisata yang bisa meningkatkan perekonomian warganya,” terang dia.

Suryanto mengungkapkan, pengecatan dan pembuatan mural di Kampung Merah Putih ini melibatkan tim Pacific Paint, 10 seniman mural profesional, warga sekitar, dan menghabiskan lebih dari 200 pail (1 pail sama dengan 25 kg).

“Ini juga masih belum final, karena kami masih ada pekerjaan lagi, ada beberapa rumah yang  belum dicat sepenuhnya dan akan ada penambahan mural lagi,” tutur dia.

Walikota Tual, Adam Rahayan yang turut hadir meresmikan berharap, pengecatan dan pembuatan mural di Kampung Merah Putih ini diharapkan bisa menjadi daerah tujuan wisata baru dan meningkatkan perekonomian warga sekitar.

“Pengecatan dan pembuatan mural menjadikan Kampung Merah Putih di Tual ini tidak hanya lebih indah dipandang, tetapi juga mampu memberikan pesan moral kepada masyarakat untuk terus menjaga Bhineka Tunggal Ika, dan tentu saja berpotensi menjadi destinasi wisata di Kota Tual,” ujar dia.

Corp Head Marketing Pacific Paint, Ricky Soesanto, mengatakan, aktivitas pengecatan dan konsep seni mural dengan varian cat Metrolite dan Glo-Tex, telah dilakukan di beberapa kampung di Indonesia.

“Ini berawal dari ide menciptakan kampung-kampung unik dan hasil observasi kami terhadap kebiasaan wisatawan saat ini, terutama kaum milenial. Fotografi dan media sosial menjadi hal yang tidak terpisahkan saat seseorang sedang berlibur, sehingga hadirnya kampung unik yang akan menarik saat difoto ini akan menjadi alternatif tujuan wisata baru,” terangnya.

Sebelumnya, Pacific Paint telah menjalankan proyek serupa di Kampung Bekelir, Tangerang dan Kampung Ragam Warna di Kaliwungu, Kendal.

“Kami masih akan ada lagi proyek serupa di beberapa daerah seperti di Katulampa, Depok, dan lainnya,” kata Suryanto.

Sementara itu saat ditanya mengenai pertumbuhan penjualan Pacific paint, Suryanto mengungkapkan, pihaknya optimistis mampu mencatatkan pertumbuhan positif pada penjualannya di tahun 2018.

“Meskipun ini tahun politik, bagi kami tidak terlalu masalah. Kami optimistis bisa meraih pertumbuhan 18 persen hingga 20 persen dibanding tahun lalu,” pungkasnya.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close