CultureDestinationHeadline NewsPhotographyTourism

Pameran Flona 2017 Resmi Berakhir, Booth Yayasan EL JOHN Indonesia Raih Penghargaan

Pameran Flora dan Fauna (Flona) 2017 yang digelar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat  resmi berakhir pada Senin, 21 Agustus 2017. Pameran resmi ditutup oleh Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat. Acara penutupan dihadiri Miss Earth Indonesia 2017 Michelle Victoria Alriani. Michelle sempat diajak oleh pembawa acara ke atas panggung untuk diperkenalkan kepada Gubernur DKI Jakarta.

Di hadapan Gubernur, Michelle  mengajak lapisan masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan melalui pameran-pameran seperti ini. “Sukseskan terus program sadar lingkungan hidup dengan mempromosikan flora dan fauna lewat pameran seperti pameran flona 2017 ini,” kata Michelle.

Pameran yang berlangsung selama sebulan ini menjadi pameran yang berkesan bagi booth Yayasan EL JOHN Indonesia, pasalnya baru pertama kali mengikuti pameran, booth  untuk berfoto ini mendapat penghargaan dari pihak panitia penyelenggara  yakni sebagai booth  “pesona Indonesia terbaik”. Penghargaan diberikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat  kepada Vice President EL JOHN Indonesia Widi Nugroho.

Dipilihnya booth  Yayasan EL JOHN Indonesia bukan tanpa alasan. Pihak pantia menilai  booth Yatasan EL JOHN Indonesia  memiliki tampilan yang menarik untuk berfoto. Tak ayal booth ini, menjadi booth  yang paling banyak dikunjungi pengunjung pameran Flona 2017.

Djarot mengapresiasi booth yang ada di pameran Flona ini. Apresiasi ini disampaikan Djarot setelah  melihat beberapa booth, termasuk booth Yayasan EL JOHN Indonesia. Bekas calon Wakil Gubernur periode 2017-2022 menilai booth yang tahun ini di pamerkan hampir semuanya didesain menarik dan tidak menghilangkan ciri khas daerah yang diwakilkannya.

“Maka saya minta itu jangan dibongkar dulu, dirawat, agar bisa dinikmati,” kata Djarot.

Menurut Djarot tahun depan, pameran Flona digelar di perkampung kebudayaan betawi  Setu Babakan, pasalnya lapangan banteng akan direvitalisasi. Djarot meminta rumah adat betawi yang ada di Setu Babakan dijadikan booth untuk meminimalisir anggaran yang dikeluarkan.

“Saya ketemu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, flora dan fauna sebaiknya tahun depan diadakan di Setu Babakan. Di sana cukup luas dan untuk menunjukan Betawi cinta flora dan fauna,” ujar Djarot.

Ia juga meminta pelaksanaan Pameran Flona tahun depan dipusatkan pada pesertanya, atau bukan pada jumlah transaksinya.

Terkait transaksi, Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) DKI Jakarta, Djafar Muchilisin, mengatakan, pameran Flona yang digelar dari 21 Juli sampai 21 Agustus 2017, berhasil meraih 210.000 pengunjung. Dengan 322 peserta, pameran ini mencatatkan transaksi sebesar Rp 10 miliar.

“Jika dibandingkan tahun lalu, ada peningkatan sebesar 12 persen baik dari sisi jumlah peserta, pengunjung maupun transaksi pada Flona 2017,” kata Djafar.

 

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close