Para Pakar Teknologi Mesin Dunia Bagi Ilmu di Small Engine Technology Conference

0
DSC_1682

Small Engine Technology Conference ke 23 hari ini resmi dibuka di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu, 15 November 2017. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong  oleh Kepala Subdirektorat Industri Energi dan Transportasi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek dan Dikti) Wiwiek Joeljani mewakil Menteri Ristek dan Dikti Mohammad Nasir.

Saat membuka kegiatan, Wiwiek didampingi oleh Presiden Society of Automotive Engineers (SAE) International Simona Silvia Merola, Presiden Ikatan Ahli Tehnik Otomotif (IATO) Gunadi Sindhuwinata, Presiden Society of Automotive Engineers of Japan (JSAE) Koji Yoshida dan Director of Sales and Marketing Pertamina Lubricants Andria Nusa. Acara ini akan dilangsungkan selama tiga hari mulai tanggal 15 hingga 17 November 2017 di JCC.

Konferensi ini, merupakan pertemuan tahunan oleh Society of Automotive Engineers yang bertujuan untuk mempertemukan para peneliti dan profesional di seluruh dunia, mendorong pengembangan intelektual dan berbagi pengetahuan tentang teknologi mesin kecil.Konferensi ini diselenggarakan bersama oleh JSAE dan SAE International dengan dukungan IATO  dan Japan Land Engine Manufacturers Association (LEMA). Untuk tahun ini tema yang diangkat adalah “Small Engine Technology Generating a Promosing Future”

Presiden IATO Gunadi Sindhuwinata,  mengatakan ada delapan negara yang ikut dalam konferensi ini, yakni Jepang, Tiongkok, Taiwan, Thailand, Korea Selatan, Amerika, Itali dan Indonesia. Gunadi berharap Konferensi ini dapat dijadikan wadah untuk memperkaya ilmu tentang teknologi mesin kecil atau kendaraan bagi perguruan tinggi dan industri lokal.  Ilmu yang diperoleh tersebut nantinya dapat diaplikasikan sehingga dapat menciptakan mesin transportasi buatan lokal.

“Tentunnya keuntungan buat Indonesuia dapat menimba ilmu,  baru mereka bisa mengaplikasikan ini sesuai  dengan daerah masing-masing baik secara regional, nasional  maupun internasional.,” kata Gunadi saat diwawancara tim liputan EL JOHN News usai acara pembukaan.

Menurut Gunadi, untuk memproduksi mesin kendaraan buatan lokal tidak dapat bekerja sendiri butuh kerjasama  dengan pihak terkait, seperti investor.

“Kita harapkan  dengan adanya kegiatan semacam ini dan nantinya IATO akan mengadakan  kegiatan-kegiatan lain yang lebih menjurus ke  ilmuannya.  Nanti mudah-mudahan ada yang tertarik  untuk melakukan investasi memakai produk yang  imagenya adalah lokal,” ujar Gunadi.

Hal senada juga disampaikan Kepala Subdirektorat Industri Energi dan Transportasi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Wiwiek Joeljani. Kepada tim liputan EL JOHN News, Wiwiek mengatakan kegiatan ini  dapat dijadikan sumber pengetahuan tentang perkembangan teknologi mesin kecil mapun kendaraan di dunia.

“”Dengan adanya acara ini, kita bisa melihat perkembangan riset dan development small engine di negara lain. Kita bisa membandingkan antara apa yang telah kita capai dan apa yang negara lain telah dapatkan,” kata Wiwiek.

Wiwiek mengungkapkan saat ini Kemenristek dan Dikti sedang mendorong teknologi yang dibuat anak bangsa dapat mencapai tahap prakomersialisasi.

“Kemenristekdikti mendukung peningkatan kesiapan teknologi hingga pra komersialisasi dengan pendanaan inovasi. Pendanaan inovasi diberikan kepada lembaga litbang, perguruan tinggi, industri yg telah menghasilkan prototype siap uji lapangan,” ungkap Wiwiek.

Selama tiga hari berlangsung, Small Engine Technology Conference akan menghadirkan beberapa sesi diantaranya kunjungan teknis, keynote speech, sesi pleno, sesi pameran dan poster. Tahun depan,  konferensi akan dilangsungkan di Jerman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *