Pariwisata Dan Kesenian Aceh Membahana di Festival Kesenian Bali

0
fdb966b9-b073-41fc-abaf-da958d35811e_169

Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam mulai gencar melakukan promosi Pesona Aceh di daerah-daerah. Kali ini Aceh melakukan promosi di Bali dengan mempertunjukan pameran yang diharapkan menarik wisatawan mancanegara yang menghadiri. Event tersebut adalah Pesta Kesenian Bali (PKB) dan Buleleng Expo 2017 pada 17-21 Mei 2017 di Pelabuhan Buleleng Singaraja Bali.

Ini merupakan ajang mempromosikan seni, budaya dan destinasi Aceh, terutama tari Saman yang sudah menjadi Warisan Budaya Bukan Benda dari UNESCO. Merupakan tari yang indah dengan tingkat kesulitan yang cukup tinggi dalam menampilkannya serta di promosikan oleh salah satu band dunia yaitu Coldplay di Single Amazing Day.

“Sebuah kebanggaan tarian Aceh dapat tampil maksimal dalam pesta kesenian Bali ini. Hal ini tentunya menjadi media strategis dalam memperkenalkan kekayaan dan keunikan seni budaya Aceh,” ujar Reza Pahlevi Kepala Dinas Pariwisata Aceh.

Reza mengatakan tari saman dan tari perang sabil berhasil tampil menawan pada acara malam pembukaan. Menurutnya penampilan tersebut membuat banyak wisatawan mancanegara yang juga hadir terpukau.

Selain tampil di panggung PKB, Aceh juga ambil bagian di Expo Buleleng. Sebagai upaya Pemerintah Aceh untuk mempromosikan industri pariwisatanya, Aceh juga ikut dalam Expo Buleleng dengan tampilan stand yang didekor dengan keunikan yang berlatarkan gapura Aceh.

Terdapat dua industri Pariwisata Aceh yang ikut dalam pameran tersebut. Yaitu di barisan pertama, ada Aceh Great Wall Tour. Satunya lagi Asoe Nanggroe Wisata. Keduanya menjual paket-paket wisata yang menarik serta ragam produk unggulan khas Aceh, seperti kopi, pakaian adat dan cinderamata khas Aceh.

Harapan Reza adalah dengan adanya kesempatan promosi luar daerah ini tentunya memperkuat posisi Aceh sebagai salah satu family friendly destination. Aceh saat ini memang sedang diupayakan sebagai destinasi wisata halal atau yang lebih dikenal dengan sebutan family friendly.

“Semoga industri pariwisata Aceh semakin berkembang dan dapat berdampak positif bagi kemajuan Aceh masa akan datang dan memperkuat positioning Aceh sebagai family friendly destination kelas dunia,” lanjut Reza.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan terkait promosi yang dilakukan Dinas Budaya dan Pariwisata Aceh sangatlah tepat dan sangat diapresiasi pergerakannya.

“Ibarat menjaring ikan, pilihlah kolam yang berjubel ikannya. Ini sudah tepat dilakukan, karena 40 persen wisatawan datang dari Bali. Jadi tidak salah jika bali menjadi tempat yang tepat untuk berpromosi,” kata Arief.

Semangat Arief untuk terus mendorong pariwisata Indonesia agar lebih maju ke semua pihak. Salah satunya adalah mendorong Aceh agar selalu mengobarkan semangat memajukan pariwisata Indonesia ke daerah manapun. Arief mengatakan, langkah Aceh untuk menjadikan family friendly destination sebagai core economy daerah sudah tepat.

Sejak tahun 2014 terjadi lonjakan pasar wisata halal di dunia. Pasar wisata halal kali ini sangat signifikan. Dari 6,8 miliar penduduk dunia, 1,6 miliar adalah muslim dan 60 persen di bawah usia 30 tahun.

“Total pengeluaran wisatawan muslim dunia 142 miliar dolar AS, hampir sama dengan pengeluaran wisatawan Cina sebesar 160 miliar AS yang sekarang ini menjadi rebutan seluruh negara di dunia, terutama yang mengembangkan pariwisata, Aceh sudah tepat dan harus terus ditingkatkan dengan konsisten,” papar Arief.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *