Kemenpar Menargetkan 5.000 Yatcht Berlayar ke Indonesia
Kementerian Pariwisata Indonesia kali ini menargetkan 5.000 yacht berlayar di destinasi Indonesia. Hal ini ditenggarai agar wisata bahari Indonesia semakin berkembang.
“Sekarang ini, kalau yacht itu pertanyaannya bebas visa mereka senang tapi maksimal hanya bisa 2 bulan dan itu kurang. Maka kita berikan visa sosial yang bisa sampai 6 bulan dan kapalnya bisa parkir di Bali 3 tahun,” papar Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Indroyono Susilo.
Indroyono menjelaskan seusai acara Fremantle to Bali Ocean Classic 2017 yang diselenggarakan di Prama Sanur Hotel Denpasar Bali 20 Mei 2017 lalu. Untuk wisata bahari yachter ini nantinya akan mendapat perlindungan sesuai Perpres No 105 Tahun 2015 tentang Kunjungan Kapal Wisata Asing (Yacht) ke Indonesia.
“Sejak ada Perpres ini kan mereka bisa berdatangan seperti ini. Untungnya dari ini keluarga para yachter juga ikut ke lokasi tapi menggunakan pesawat,” tambah Indroyono.
Indroyono mengatakan bahwa kali ini pemerintah Indonesia tengah mengembangkan marina di Bali, Labuan Bajo, Banyuwangi, Tanjung Lesung dan Belitung. Nantinya marina tersebut ini akan memiliki fasilitas dan pelayanan yang sama seperti marina berkelas internasional seperti di Singapura, Phuket dan Langkawi.
“Mereka harus parkir kapal itu bisa USD 40 per hari. Kalau marina itu berdiri, daripada parkir di Darwin, mereka akan memilih parkir di Bali. Maka itu pemerintah bersama swasta membangun beberapa marina,” ucap Indroyono.
Sejak lama para yachter memarkirkan kapalnya di Singapura, Malaysia dan Thailand karena harganya yang murah, mudah dan fasilitas lebih lengkap dibandingkan Indonesia. Padahal tujuan destinasi mereka ketika berlayar adalah menuju Indonesia.
“Malaysia, Thailand dan Singapura itu pemilik yacht-nya dari seluruh dunia. Mereka parkir di sana karena servisnya bagus dan pajaknya murah sehingga mereka lebih senang di sana. Contoh di Phuket itu ada kameranya 24 jam nonstop dan pemiliknya di Eropa bisa melihat kapalnya kapan saja,” tukas Indroyono.
“Kita sedang garap marina yang akan seperti ini, tarifnya diupayakan untuk disamakan dengan tiga negara itu biar kompetitif. Kita punya destinasi dan itu yang tidak dipunya dunia, targetnya 5.000 yacht lho,” kata Indroyono.
Agar target nantinya tercapai, Kemenpar tengah menggalakkan promosi Sail Sabang yang akan berlangsung Juli 2017, Darwin-Sabang pada Desember 2017, Darwin-Ambon, dan Kalimantan Utara-Raja Ampat. Diharapkan empat event nantinya mampu mencapai target kunjungan yacht tersebut sekaligus mendorong capaian target wisatawan mancanegara.
