Pariwisata Masuk Dalam Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2021
Pengembangan 10 destinasi pariwisata prioritas, menjadi salah satu yang difokuskan oleh Pemerintah. Program tersebut masuk di dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2021.
Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan, pariwisata menjadi bagian visi Presiden Joko Widodo yang sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.
Hal ini disampaikan Suharso saat melakukan kick off penyusunan RKP tahun 2021 di Gedung Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, pada Senin (24/02/2020)
“Seluruh rencana pembangunan sesuai dengan RPJMN/RKP dan visi misi Presiden dengan mensinergikan program pembangunan terkait prioritas nasional. Rencana pembangunan tersebut konsisten dengan penganggarannya, terkait hal tersebut Bappenas dan Kementerian Keuangan akan bersama-sama mengalokasikan anggaran sesuai dengan RKP,” kata Menteri Suharso.
Seperti diketahui, Presiden telah mendorong Kementerian terkait untuk bergotong royong dalam memantapkan pengembangan di 10 destinasi prioritas, yakni Danau Toba, Borobudur, Lombok Mandalika, Labuan Bajo, Manado-Likupang, Wakatobi, Raja Ampat, Bromo-Tengger-Semeru, Bangka Belitung, dan Morotai. Bahkan, dari 10 destinasi prioritas itu, dikerucutkan menjadi lima destinasi yang masuk sebagai super prioritas, yaitu Borobudur, Labuan Bajo, Danau Toba, Mandalika dan Likupang
Sudah beberapa kali Presiden bersama para menteri terkait untuk meninjau beberapa destinasi super prioritas, salah satunya Labuan Bajo. Destinasi milik Nusa Tenggara Timur (NTT) ini digadang-gadang sebagai destinasi premium.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pada tahun 2020 ini,infrastruktur destinasi lima wisata ini pun mesti selesai di tahun ini. Sehingga di 2021, lanjut dia, pemerintah bisa menyentuh lima destinasi wisata lainnya.
“10 destinasi wisata saya kira kita sudah mengenalnya sejak dari Danau Toba, Mandalika, Borobudur dan lainnya,” jelas Basuki beberapa waktu lalu di kompleks gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta.
Basuki mengungkapkan, setelah pembangunan destinasi wisata super priotitas ini selesai di akhir 2020 nanti, menteri pariwisata dan ekonomi kreatif selanjutnya akan mendesain event untuk promosi besar-besaran di 2021.
Dia menyatakan, Kementerian PUPR sudah memberi dukungan infrastruktur terhadap kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) super prioritas ini sejak tahun 2019.
