Selain Pariwisata, Pemerintah Genjot Investasi dan Industri Sesuai RKP 2021
Selain pariwisata, ada empat program lagi yang difokuskan untuk tahun depan, yaitu Kedua, 9 Kawasan Industri di luar Jawa dan 31 Smelter. Ketiga, Industri 4.0 di 5 Sub Sektor Prioritas: Makanan dan Minuman, Tekstil dan Pakaian Jadi, Otomotif, Elektronik, Kimia dan Farmasi. Keempat, Pendidikan dan Pelatihan Vokasi untuk Industri 4.0, dan Kelima, Jaringan Pelabuhan Utama Terpadu. Ke empat itu masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2021.
Suharso menyebut untuk PKP tahun 2021, intinya ada tiga sektor yang diprioritaskan Pemerintah, yakni industri, pariwisata, dan investasi, sesuai dengan tema RKP yakni “Meningkatkan industri, pariwisata dan investasi di berbagai wilayah didukung oleh sdm, dan infrastruktur untuk pertumbuhan berkualitas”.
Suharso menilai ketiga unsur tersebut menjadi unsur penting dalam menggerakan perekonomian, apalagi saat ini tantangan global masih nyata dan juga tantangan domestik yang dapat menjadi batu sandingan untuk mencapai sasaran pertumbuhan ekonomi. Karena itu, Pemerintah meyakini jika dikelola secara benar ketiga unsur tersebut dapat menjadi solusinya.
“Sasaran pertumbuhan ekonomi pada 2021 bergantung pada realisasi pertumbuhan pada 2020. Saat ini, perekonomian Indonesia ditargetkan tumbuh 5,3% pada 2020. Akan tetapi, berdasarkan penilaian awal Kementerian PPN/Bappenas, merebaknya Novel Coronavirus berpotensi mengurangi pertumbuhan ekonomi sebesar 0,3%,” ucap Suharso
Suharso mengatakan, berbagai upaya akan dilakukan Pemerintah agar pertumbuhan ekonomi tidak tersendat, salah satunya adalah dengan mengenjot industri yang menjadi lokomotif pertumbuhan. Industri tersebut ada pada industri farmasi, turunan industri kelapa sawit, atau industri hilirisasi pertambangan seperti smelter.
“Ini yang mengakibatkan kita tidak masuk negara semi industri. Sementara kita ingin 4.0. Jadi aneh kalau tidak melakukan perbaikan di industri manufaktur termasuk farmasi. Karena itu ini akan didorong pemerintah,” ucap Suharso.
