Pasca Letusan Gunung Agung, Kunjungan Wisatawan ke Pura Besakih Normal

0
this-is-bali-pura-besakih

Letusan freatik Gunug Agung pada Selasa, 21 November 2017 lalu ternyata tidak mempengaruhi kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus) ke Pura Agung Besakih. Pura tertua di Bali diketahui lokasi tak begitu jauh dengan kaki Gunung Agung. Kunjungan para wisatawan ke Pura Agung Besakih tampat terlihat normal pasca letusan terjadi.

Tidak adanya penurunan wisatawan ke Pura Agung Besakih ini disampaikan Wakil Manajer Manajemen Operasional Pengelolaan Kawasan Pura Agung Besakih, Jro Mangku Wayan Ngawit beberapa waktu lalu.

Mangku Ngawit mengatakan berdasarkan data manajemen Pengelolaan Kawasan Pura Agung Besakih kunjungan wisatawan masih di angka 250 pengunjung. Dari jumlah tersebut yang paling banyak mendatangi Pura Agung Besakih adalah wisnus.

. “Sebelum adanya letusan freatik, jumlah kunjungan juga kisaran sama yakni 250 per harinya,” ungkapnya.

Saat ditanyakan apakah ada pengaruhnya kedepan jika aktivitas Gunung Agung meningkat terhadap kunjungan wisatawan, Mangku Ngawit tidak dapat memastikannya. Menurutnya, pihak manajemen akan mengikuti intruksi pemerintah daerah terkait perkembangan Gunung Agung.

“Jadi untuk memastikan apa ada pengaruh kunjungan wisata ke Besakih pascaterjadinya letusan freatik ke depannya coba kita lihat sampai beberapa hari ke depan,” katanya.

Lebihlanjut dikatakan, pihaknya selaku MO hanya bisa berharap agar kondisi Gunung Agung terus membaik sehingga warga Besakih yang 60 persen bergerak di sektor jasa bisa terus beraktivitas untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sebab, saat pariwisata Besakih sempat ditutup selama sebulan lebih ketika Gunung Agung berstatus Awas, banyak warga Besakih yang sebelumnya bekerja sebagai pengantar tamu (guide), tidak memiliki pekerjaan.

Pascastatus diturunkan dan operasional untuk pariwisata dibuka kembali, warga menyambutnya dengan antusias. Sebab, mereka bisa kembali mengantar wisatawan dan memperoleh pemasukan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. “Kita terus berdoa agar Gunung Agung bisa kembali normal dan status tidak naik lagi. Sehingga pariwisata tidak lagi ditutup. Tapi semua kita kembalikan kepada beliau. Jika erupsi kita tidak bisa berbuat apa-apa. Kita ambil hikmahnya saja,” terang Mangku Ngawit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *