Pemerintah Kerja Sama Lintas Sektor Upayakan Evakuasi Wisatawan

0
38631120_2020400548012730_4515031928369315840_n

Evakuasi wisatawan, baik wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman) hari ini, Selasa, 7 Agustus 2018 kembali dilanjutkan. Moda transportasi udara menjadi salah satu angkutan yang membantu evakuasi ini, salah satunya adalah Garuda Indonesia.

Maskapai berplat merah ini, untuk hari kedua pasca Gempa di Lombo Utara, mengoperasikan 6 penerbangan. Informasi yang disampaikan, Staf Khusus Menteri Bidang Akses dan Infrastruktur Judi Rifajantoro pada Senin, 6 Agustus 2018  mengatakan,  5 dari 6 penerbangan sudah terisi penuh.

“Sedangkan, 1 penerbangan dengan pesawat Airbus 330 dengan kapasitas 300 kursi masih dalam proses penjualan, kata Judi.

Sebelumnya pada hari pertama pasca Gempa atau Senin, 6 Agustus 2018, Garuda Indonesia  telah mengoperasikan 7 penerbangan, dengan penerbangan terakhir pukul 24.00 WITA menuju Denpasar. Seluruh kursi telah terisi.

Menteri Pariwisata  (Menpar) Arief Yahya telah meminta Staf Khusus Menteri Bidang Akses dan Infrastruktur Judi Rifajantoro untuk meminta maskapai kembali terbang ke Lombok, agar tidak ada penumpukan penumpang. “Kami akan terus memberikan informasi yang terkini, tentang segala situasi yang terjadi, terkait 3A. Akses, Amenitas dan Atraksi di Destinasi Lombok dan Bali,” ujar Menpar tegas, Senin, 6 Agustus 2018.

Menpar juga  kembali menegaskan TimCrisis Center Kemenpar terus bertugas memantau segala situasi terkait Akses, Amenitas dan Atraksi (3A) yang berdampak langsung dengan para wisatawan di Lombok dan Bali. Menpar juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia membantu berdoa, agar situasi dan kondisi di Lombok maupun Bali. Agar benar-benar normal kembali, dan aman terkendali.

Hingga Senin malam, pemerintah telah dan terus mengupayakan pemberangkatan wisatawan domestik dan mancanegara, dari 3 Gili (Trawangan, Meno, Air) menuju Tanjung Benoa, Bali. Kapal pertama yang sudah berangkat adalah Kapal Binaya yang membawa kurang lebih 600 wisatawan.

“Saat ini, Bounty Cruise sedang dalam proses pemberangkatan sekitar 300 wisatawan, dan 1 tambahan kapal ASDP disiapkan untuk membawa sekitar 500 wisatawan lainnya yang masih bertahan di Gili Trawangan, jika harus berangkat malam ini,” kata Ketua Tim Crisis Center di Lombok, Guntur Sakti.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata NTB M Faozal mengatakan, Tim SAR terus mengerahkan kapal-kapal kecil berkapasitas 20 orang. Kapal kecil tersebut untuk mengevakuasi wisatawan yang berada di pantai. Karakter air di Gili Trawangan yang dangkal membuat Tim evakuasi tidak bisa mengerahkan kapal-kapal besar untuk mengevakuasi para wisatawan.

“Wisatawan yang sudah berhasil langsung dibawa ke posko bencana. Kemudian akan dibawa ke Pelabuhan Lembar untuk diangkut ke Bali menggunakan kapal ferry. Ada juga yang diantar ke Bandara,” jelas Faozal.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) di Cabang Lembar yang melayani lintasan Lembar-Padangbai atau menghubungkan wilayah Lombok dan Bali, maupun di Cabang Kayangan juga beroperasi kembali.

“Dari Kemenpar sudah mengirimkan bus untuk membawa wisatawan yang berhasil dievakuasi. Dari pelaku pariwisata juga banyak yang mengerahkan mobilnya untuk membantu,” jelasnya.

Angkasa Pura (AP) I sebagai pengelola Bandara Lombok Praya (LOP) turut membantu dengan menyiapkan berbagai fasilitas khusus bagi para wisatawan yang sedang menunggu proses evakuasi. Beberapa fasilitas yang telah disiapkan di antaranya karpet sebagai alas istirahat, air mineral, makanan kecil, hingga selimut bagi lansia dan anak-anak.

Tak hanya itu, upaya antisipasi dengan adanya penambahan petugas cleaning service juga dilakukan agar kebersihan tetap terjaga dan memberikan kenyamanan bagi wisatawan. Sedangkan bagi operator penerbangan, telah disediakan reservation dan ticketing counter bagi operator penerbangan untuk penanganan reschedule dan reservasi penerbangan. (Sumber Kemenpar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *