Pemerintah Sudah Distribusikan 1.492.150 APD Untuk Tangani COVID-19
Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mengumumkan jumlah pendistribusian alat pelindung diri (ADP) terbaru ke seluruh wilayah yang terapapar virus COVID-19. Jumlahnya hingga saat ini, mencapai 1.492.150 yang sudah didistribusikan.
Informasi tersebut disampaikan Wakil Asisten Operasi Panglima TNI Marsekal Pertama TNI Jorry S Koloay dalam keterangannya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Kamis (30/4/2020).
Jorry mengatakan masih ada APD yang tersimpan di gudang. “Yang masih ada di gudang sampai dengan hari ini 334.600 alat pelindung diri,” kata Jorry.
Selain APD, ada alat kesehatan lain yang sudah distribusikan. Alat kesehatan tersebut merupakan alat yang daapt menunjang tim medis dalam menangani kasus-kasus COVID-19, seperti kacamata pelindung google yang sudah distribusikan sebanyak 3.000 buah. Selain itu ada, masker bedah 774 ribu, peralatan rapid test 285 ribu, dan sarung tangan medis 304 ribu.
Jorry lebih lanjut mengatakan, alat material kesehatan tersebut didistribusikan ke sejumlah provinsi, yaitu DKI Jakarta (238.050 buah), Jawa Barat (124.000 buah), Jawa Tengah (80.700 buah), Jawa Timur (102.600 buah), DI Yogyakarta (30.700 buah), Bali (42.400 buah), dan Banten (65.100 buah).
“Sudah direncanakan distribusi ke beberapa provinsi. Khusus untuk hari ini akan didistribusikan ke 29 daerah dengan mengerahkan pesawat TNI Angkatan Udara,” tuturnya.
Untuk memastikan penyaluran alat material kesehatan tersebut tepat sasaran, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 sudah menerbitkan Prosedur Tetap dan Panduan Distribusi Alat Material Kesehatan.
“Protap distribusi yang terintegrasi tersebut memudahkan proses tracking pada daerah penyaluran,” jelas Jorry.
Prosedur Tetap tersebut bertujuan untuk menciptakan kesatuan data yang valid, terintegrasi, dan cepat dalam penyusunan laporan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.
“Di dalam protap sudah terurai jelas apa saja yang harus dilakukan. Saat ini sistem sudah berjalan baik. Negara menjamin ketersediaan logistik alat material kesehatan di seluruh Indonesia,” pungkasnya.
