Headline News

Pemprov DKI Akan Kembali Berlakukan Sistem Ganjil-Genap pada 3 Agustus 2020

Pada 3 Agustus 2020, sistem ganjil genap akan kembali di berlakukan di wilayah Jakarta yang telah ditentukan. Ada berbagai pertimbangan yang diambil Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk kembali menerapkan aturan yang sempat terhenti karena pandemi Covid-19 itu.

“Mulai Senin, 3 Agustus 2020, kebijakan pembatasan lalu lintas dengan sistem ganjil genap itu akan dioperasionalkan. Artinya berdasarkan Pergub 88/2019 akan diaktivasi kembali kebijakan pembatasan lalu lintas dengan sistem tersebut pada 25 ruas jalan dengan waktu yaitu pagi jam 6-10 dan sore hari pukul 16.00-21.00,” ungkap Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo, Sabtu (1/8/2020).

Syafrin menjelaskan pertimbangan yang diambil sudah melalui analisa mendalam. Hasil analisa menyebutkan ternyata banyak masyarakat yang melanggar aturan bekerja dari rumah atau WFH. Menurut dia, sesuai Pergub 51/2020 dimana dalam pengaturan waktu itu sudah ada pengaturan waktu bekerja.

“Jadi di sana diatur 50% orang bekerja dari rumah, 50% di kantor. Yang 50% melakukan perjalanan ke kantor ini pun diatur 2 shift minimal. Ada yang pukul 7, 10 dan seterusnya,” ujar Syafrin.

Namun itu semua justru terjadi peningkatan volume kendaraan bahkan dapat dibilang sudah di atas normal sebelum pandemi terjadi. Ini berarti WFH tidak optimal selama PSBB transisi diterapkan.

Apalagi saat ini ditambah telah dicabutnya kebijakan menggunakan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) yang menjadi pembatasan pergerakan orang selama pandemi terjadi. Dengan dicabut penggunaan SIKM itu, maka orang dengan bebas dapat keluar masuk Jakarta.

“Oleh sebab itu sekarang yang diaktivasi adalah dengan ganjil genap,” terangnya.

Syafrin berharap adanya ganjil genap dapat membantu mengurangi pergerakan orang yang berisiko terhadap penularan Covid-19.

“Harapannya, tadi yang WFH kemudian enggak melakukan perjalanan enggak penting. Karena misalnya nomor (mobil) ganjil, lebih baik tetap di rumah. Harapannya dengan pola ini volume lalu lintas turun dan paling utama adalah enggak ada penumpukan di pusat-pusat kegiatan atau tempat keramaian karena adanya pergerakan orang yang enggak penting,” ucapnya.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close