Pemprov DKI Jakarta Anggarkan Rp60 Miliar Untuk Bantu Palu dan Donggala

0
anies-baswedan_20181001_101921

 

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta siap membantu korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Kesiapan itu, disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai menghadiri upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Monas Selatan, Senin, 1 Oktober 2018.

Anies mengungkapkan ada beberapa bantuan yang akan diberikan Pemprov, diantaranya berupa uang sebesar Rp60 miliar rupiah untuk disalurkan kepada warga Palu dan Donggala yang menjadi korban gempa dan tsunami. Uang tersebut diambil dari APBD Perubahan 2018.

“Pemprov  akan mengalokasikan Rp 60 miliar untuk membantu meringankan beban anggota di sana. Kita akan koordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Alokasinya Rp 60 miliar,” kata Anies di kawasan Monas, Jakarta, Senin, 1 Oktober 2018.

Bukan berupa uang, namun Balai Kota DKI Jakarta juga disiapkan untuk menampung barang-barang bantuan, sebelum diberangkatkan ke Palu atau Donggala. Untuk itu, Anies mempersilahkan  kepada organisasi kemanusiaan  membuka posko di Balai Kota.  Dengan kehadiran organisasi kemanusiaan ini, akan semakin terkoordinir bantuan-bantauan dari masyarakat.

“Mereka ada banyak sekali organisasinya mulai dari Palang Merah, ACT, Dompet Dhuafa, NU Peduli dan lain-lain. Kami akan bantu siapkan mereka tempat, dan warga menyalurkan hasil ke mereka menggunakan tempat di Balai Kota,” ujar Anies.

Anies tak merinci sampai kapan Balai Kota akan menjadi tempat penampungan bantuan bencana tersebut. Namun, dia berharap dengan dibukanya Balai Kota sebagai penampungan bantuan, warga Jakarta bisa berkontribusi membantu para korban bencana melalui aksi nyata.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga mengirimkan tim ke Palu dan Donggala.  Mereka akan berkolaborasi dengan tim bentukan pemerintah pusat  maupun daerah disana, untuk membantu para korban.

“Tugasnya 10 hari sampai dengan tanggal 10. Nanti kita review lagi apakah perlu perpanjangan atau tidak. Pemberangkatan akan menggunakan pesawat komersial dari Jakarta ke Makassar, dari Makassar kemudian ke Palu,” terang Anies.

Bencana gempa disertai tsunami melanda Donggala dan Palu di Sulawesi Tengah pada Jumat 28 September 2018. Gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter (SR) yang berpusat di kedalaman 10 kilometer yang berjarak 27 kilometer timur laut Donggala, Sulawesi Tengah, terjadi pada Jumat pukul 17.02 WIB memicu tsunami setinggi 0,5 hingga enam meter di pesisir barat Sulawesi Tengah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut korban meninggal dunia akibat gempa Donggala dan gempa Palu mencapai 832 jiwa.  BNPB juga mengatakan listrik PLN yang putus membuat jaringan komunikasi di Donggala dan sekitarnya juga belum dapat beroperasi. Terdapat 276 base station yang tidak dapat dapat digunakan. Presiden Jokowi juga menyampaikan kebutuhan mendesak lainnya seperti BBM yang akan sampai di Palu dalam dua hari dari Mamuju, Poso dan Gorontalo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *