Pemprov Sulsel Jamin Ketersediaan Hewan Kurban Jelang Idul Adha
Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Tautoto Tanaranggina meminta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Sulsel untuk melakukan koordinasi hingga ke kabupaten/kota untuk menjamin ketersediaan hewan kurban menjelang Idul Adha 1439 Hijriah.
“Saya sampaikan tadi untuk lebih intensif berkoordinasi dengan kabupaten/kota jadi ada tim di sini, jangan sampai ada masalah,” kata Tautoto.
Hal itu, Ia sampaikan usai melaksanakan rapat bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulsel Tautoto Tanaranggina terkait pengarahan pada ASN lingkup Dinas Peternakan Provinsi Sulawesi Selatan, Jum’at (3/8).
Secara khusus, Ia menekankan agar kesehatan hewan yang dijual tidak bermasalah, oleh karena itu, petugas harus memeriksa hewan yang ada dengan baik. Sehingga hewan ternak yang dijual adalah yang sehat dan tidak merugikan masyarakat.
“Kondisi kesehatan hewan ini yang paling penting, jadi kesehatan hewan jangan sampai hewan yang ada bibit penyakitnya, benih-benihnya yang sudah sakit, terus itu dijual ke masyarakat, sedangkan masyarakat tidak tahu,” sebutnya.
Untuk itu meminta DPKH memperketat pengawasan untuk meminimalisir pemotongan hewan ternak betina produktif yang akan mempengaruhi jumlah produksi hewan ternak ke depan.
Adapun terkait hewan ternak yang dipotong adalah sebaiknya bukan betina, apalagi yang sedang dalam masa subur dan produktif.
“Sebaiknya jangan yang betina, karena dia masih produktif, jangan juga yang masih muda. Yang ada dalam Islam, ada aturannya itu yang kita jadikan patokan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala DPKH Sulsel Abdul Azis mengatakan pihaknya telah membuat surat edaran kepada dinas kabupaten-kota agar dilakukan pemeriksaan anti mortem (sebelum penyembelihan) dan post mortem (setelah penyembelihan) untuk mengantisipasi adanya hewan yang tidak layak.
Azis menyampaikan, saat ini persediaan hewan kurban di wilayah tersebut menjelang hari raya Idul Adha 1439 Hijriah mencapai 70 ribu ekor, dan mampu memenuhi kebutuhan untuk wilayah Sulsel dan wilayah lain di Indonesia terutama yang berada di Wilayah Indonesia Timur.