Penampilan Harmony Orchestra Jakarta Ikut Meriahkan Perayaan Imlek FORMAS
Pada tanggal 3 Februari 2025, Forum Masyarakat Emas (FORMAS) sukses menggelar perayaan Imlek yang berlangsung meriah di Auditorium RRI. Salah satu penampilan yang sangat dinantikan dan berhasil memukau seluruh tamu undangan adalah pertunjukan orkestra dari Harmony Orchestra Jakarta (Harosta). Orkestra ini tampil dengan penuh semangat dan kreativitas, menghadirkan pengalaman musikal yang luar biasa bagi semua tamu undangan, termasuk para VIP yang hadir di acara tersebut.
Penampilan Harosta pada malam itu terdiri dari deretan lagu-lagu yang begitu khas dan penuh emosi. Terdapat sejumlah lagu yang dibawakan untuk mengiringi kedatangan para tamu, termasuk tamu VIP yang dengan antusias menikmati suasana musikal yang disuguhkan. Lagu-lagu tersebut berasal dari beragam genre, termasuk lagu rakyat Indonesia, lagu semi klasik Tiongkok, dan musik klasik barat. Hampir semua lagu yang diperdengarkan merupakan hasil aransemen orisinal dari Harosta, menjadikan pertunjukan ini semakin unik dan mengesankan.
Lagu-lagu yang dimainakan acara acara Imlek Formas diantaranya, 贺新年 He Xin Nian, 青春舞曲 Qing Chun Wu Qu, 月亮代表我的心 Yue Liang Dai Biao Wo De Xin, Madu dan racun, Gemumamire, Sinanggar Tulo dan Rayuan Pulau Kelapa
Sebagai orkestra yang penuh dedikasi, Harosta mengandalkan sejumlah musisi berbakat yang tampil dengan profesionalisme tinggi. Setiap personel memainkan peran yang sangat penting dalam menciptakan harmoni yang luar biasa. Dalam penampilan tersebut, Harosta didukung oleh para musisi handal yang terdiri dari:
- Bukit Juta sebagai pemain alat musik San Xuan.
- Hans Wiryadi (Pendiri Harosta) sebagai gitaris sekaligus conductor.
- Willy Hendra Witama (Pendiri Harosta) sebagai pemain alat musik Yang Qin.
- David Gomulia (Pendiri Horosta) sebagai pemain Erhu sekaligus pengaransemen lagu-lagu yang dibawakan.
- Minggus S. Gomulia, tampil sebagai pemain alat music Zhong Ruan yang sangat memikat.
- Tina Gono, yang mahir memainkan Accordion dengan penuh penghayatan.
- Ylenia Regina, yang memainkan Guzheng dengan penuh keindahan.
- Irene, yang memainkan alat musik Phi Pha, memberikan nuansa yang berbeda dalam orkestra.
- Beni, yang memainkan Guzheng dengan teknik dan keindahan yang mengagumkan.
- Ysetiahartanto dan Billy Ivander Nathanael sebagai Pemain Suling

Hans Wiryadi Seorang Musisi Berbakat
Yang patut disorot dalam artikel ini adalah sosok Hans Wiryadi (黄建互). Pria kelahiran tahun 1946 di Medan, Sumatra itu, adalah seorang musisi berbakat yang telah mencatatkan banyak prestasi di dunia seni suara dan musik klasik. Sejak masa kecil, ia sudah tertarik dengan dunia musik, terutama seni suara dan instrumen gitar. Ketertarikannya pada gitar tercermin dalam pandangannya yang mengutip pendapat komponis besar Beethoven, yang menyebut gitar sebagai “miniaturnya orkestra.”
Pada masa remajanya, Hans Wiryadi sempat mempelajari akordion dan teori dasar musik, namun karena keterbatasan kondisi, ia hanya bisa belajar secara otodidak. Kendati demikian, hal tersebut tidak menghalangi semangatnya untuk mendalami musik, terutama gitar. Pada tahun 1978 hingga 1980, Hans mengikuti master class dengan beberapa gitaris dunia, seperti John Mills dari Inggris, J.P. Jomes dari Prancis, Leo Witoszynskyj dari Austria, dan Juan Martin dari Spanyol yang sempat mampir ke Indonesia.
Hans berhasil meraih berbagai prestasi dalam dunia musik gitar, termasuk menjadi juara dan Runner Up dalam festival gitar non-klasik tingkat daerah dan nasional pada tahun-tahun tersebut. Pada periode 1981-1985, ia menjadi Ketua Asosiasi Gitaris Surabaya sekaligus mengajar di Sekolah Musik Yamaha Surabaya. Selama masa ini, ia juga mulai mengaransir beberapa lagu untuk gitar tunggal.
Keterlibatannya dalam dunia seni semakin meluas. Pada tahun 1991, Hans mengadakan seminar dan pertukaran permainan seni gitar dengan Asosiasi Gitaris China di Shanghai dan Beijing yang dipimpin oleh Profesor Chen Zhi. Empat tahun kemudian, pada 1994, ia mengajar di Sekolah Musik Gloriamus Jakarta dan menjadi konduktor di orkestra sekolah tersebut.
Karier Hans tidak berhenti di situ, pada tahun 1999, ia menjadi konduktor Paduan Suara Nusantara yang pertama kali melakukan tur ke Guangzhou dan Beijing, China. Pada tahun 2000, ia menjadi ketua tim Indonesia dalam Asian Singing Competition ke-7 di Singapura.
Pada 2006, Hans menjadi konduktor Skylark Chorus dan ikut serta dalam Olympic Choir ke-4 di Xiamen, China, di mana mereka meraih medali perak dalam kategori lagu-lagu Folklore. Ia juga mencatatkan prestasi penting dengan merilis album CD gitar tunggal yang berisi lagu-lagu rakyat Indonesia dan beberapa lagu luar negeri.
Sejak 2009, Hans diangkat sebagai konduktor tetap oleh Harmony Orchestra Jakarta (Harosta) dan tetap menjabat hingga sekarang. Pada 2010, ia diundang berkali-kali untuk tampil sebagai pemain solo maupun bersama gitaris klasik ternama di Jakarta. Di bulan Maret 2011, ia memainkan konser tunggal bersama dua gitaris nasional, Rene Nessa Sater dan Nelson, yang menunjukkan berbagai karakter permainan yang berbeda.

Orkestra yang Menggabungkan Tradisi dan Modernitas
Harosta adalah sebuah orkestra yang dibentuk pada 11 Maret 2009 oleh tokoh-tokoh visioner, di antaranya Hans Wiryadi (黄建互), Willy Hendra Witama (方偉鑫), Bukit Juta (邱蝶財) dan David Gomulia (吴士发). Mereka ini memiliki visi yang sangat kuat untuk mengembangkan alat musik tradisional Indonesia agar dapat berkolaborasi dengan alat musik barat, serta mengangkat seni budaya Indonesia yang kaya dan beragam. Visi ini menjadi landasan bagi mereka dalam menciptakan sebuah orkestra yang menggabungkan tradisi dan modernitas.
Dalam kurun waktu tiga tahun, Harosta berhasil mendidik para musisi untuk memainkan musik dalam bentuk orkestra. Dengan lebih dari 30 anggota yang terdaftar, Harosta telah melahirkan musisi-musisi berbakat yang sudah menguasai alat musik mereka masing-masing. Dari yang muda hingga yang berusia lanjut, setiap anggota membawa keahlian mereka yang luar biasa dalam penampilan Harosta.
Penampilan Harosta di Berbagai Acara Penting
Penampilan orkestra Harosta tidak hanya menjadi bagian dari perayaan Imlek FORMAS, tetapi juga telah mewarnai berbagai acara penting lainnya. Pada 16 Agustus 2009, Harosta tampil dalam perayaan HUT RI ke-64 di Gedung Hailai International Restoran Ancol, memberikan hiburan yang sangat memukau pada acara tersebut. Selain itu, pada 31 Oktober 2009, Harosta ikut meramaikan pembukaan Pekan Pelita II Cup ke-8 yang diselenggarakan di Sekolah Pelita II DKI Jakarta.
Keahlian Harosta dalam mengolah musik orkestra semakin diakui di berbagai panggung seni budaya. Pada 27 Juni 2010, mereka tampil dalam acara Malam Seni Budaya Tionghoa di Gedung Kesenian Jakarta, mengiringi penyanyi senior asal Tiongkok, Mr. Ding Yi dan Wang Ling. Penampilan ini semakin menegaskan kualitas dan kemampuan Harosta dalam menghadirkan musik yang menggabungkan unsur budaya Tiongkok dan Indonesia. Tak hanya itu, Harosta juga diundang pada 12 Juni 2011 untuk tampil dalam malam resepsi perkumpulan alumni Hwa Zhong Jakarta.
Keberhasilan Harosta dalam menunjukkan kepiawaian mereka dalam bermusik orkestra juga mendapat perhatian dari Asosiasi Guru Bahasa Mandarin Indonesia. Mereka pun mengundang Harosta untuk tampil dalam acara penting yang diselenggarakan oleh asosiasi tersebut. Acara tersebut menjadi salah satu bukti pengakuan atas kualitas dan prestasi yang diraih oleh Harosta.

Hingga kini, Harosta terus mempersembahkan pertunjukan yang memukau, tidak hanya dalam acara perayaan Imlek FORMAS, tetapi juga di berbagai acara penting lainnya. Mereka tetap berkomitmen untuk mengembangkan musik tradisional Indonesia dan memperkenalkan keindahan seni budaya Indonesia kepada dunia melalui orkestra yang penuh warna ini.
Tidak hanya penampilan Harosta, pada acara Imlek ini juga dihadirkan penampilan seorang pianis bernama Verda Aure. Dengan melodi indah yang mengalun dari tuts piano, Verda Aurelia sukses memukau para penonton..

Dalam penampilannya, Verda membawakan berbagai lagu yang menyentuh hati, di antaranya lagu “Tian Mi Mi,” yang terkenal dengan melodi manisnya, lagu klasik “The Moon Represents My Heart” yang penuh emosi, serta lagu tradisional Tiongkok “Mo Li Hua” yang sarat dengan keindahan musikalitasnya. Tak ketinggalan, ia juga membawakan lagu “Gong Xi Gong Xi,” yang menjadi lagu perayaan yang sangat populer pada acara Imlek.
Tak mau kalah, penampilan pemain biola muda juga ikut memeriahkan acara. Mereka adalah Darel SM Purba dan Jovana Purba. . Darel, yang merupakan mahasiswa dari Institusi Teknologi Sumatera (ITERA), bersama Jovana, siswi kelas 11 di TBAA – Tanjung Barat Adventist Academy Jakarta Selatan, tampil memukau dengan keahlian mereka dalam memainkan biola.

Dengan penuh keterampilan dan ekspresi, Darel dan Jovana berhasil menghipnotis penonton dengan goresan biola mereka yang menghasilkan instrumen musik indah dan jernih. Intrumen yang dilantunkan merupakan intrumen lagu mandarin yang berjudul Tian Mi Mi dan The Moon Represents My Heart
Keberhasilan mereka dalam menghidupkan lagu-lagu tersebut dengan alunan biola yang penuh emosi dan keindahan, membuat penampilan mereka menjadi salah satu momen paling berkesan dalam acara Imlek tersebut.

Dukungan Sponsor dan Doorprize yang Menarik
Selama berlangsung, acara perayaan Imlek FORMAS dipandu oleh pembawa acara ternama yakni Peter Njo & Christine Lai. Dengan gaya penyampaian yang hangat dan penuh energi, mereka berhasil membuat acara semakin berwarna dan memikat.
Acara ini tidak hanya menghadirkan penampilan musik yang memukau, tetapi juga didukung penuh oleh berbagai sponsor yang turut memberikan kontribusi penting dalam menciptakan suasana yang semakin semarak. Dari produk unggulan hingga hadiah doorprize yang menarik, partisipasi para sponsor membuat perayaan Imlek FORMAS kali ini semakin berkesan bagi seluruh tamu undangan.
Sejumlah pengusaha dari Perkumpulan Singkawang, seperti Rusli Viliyanto dan Rendy Ganose, memberikan kontribusi penting dalam kesuksesan acara ini. Mereka tidak hanya mendukung perayaan dengan produk-produk mereka, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap budaya dan semangat kebersamaan dalam merayakan Tahun Baru Imlek. Kontribusi dari para pengusaha ini sangat membantu dalam menciptakan atmosfer yang hangat dan menyenangkan selama acara berlangsung.


Salah satu sponsor utama yang turut serta dalam perayaan Imlek FORMAS 2024 adalah Basic Springbed. Sebagai perusahaan yang dikenal dengan produk-produk kasur berkualitas, Basic Springbed turut memeriahkan acara dengan memberikan doorprize yang sangat dinantikan oleh para tamu undangan. Doorprize yang diberikan meliputi produk unggulan dari Basic Springbed, antara lain Basic Springbed Sleepbox, Basic Springbed Upper Hybrid Orthomedic, serta bantal Korean Microfiber yang memiliki kualitas terbaik.
Tak hanya itu, Lay Iriawanto, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Permasis, turut berpartisipasi sebagai sponsor dalam acara ini. Kontribusi dari Lay Iriawanto dan Permasis menambah semarak dan meriah perayaan Tahun Baru Imlek tersebut. Selain memberikan dukungan, partisipasi mereka juga menjadi bagian penting dalam mempererat hubungan antar komunitas dan menjaga semangat kebersamaan di tengah perayaan ini
Sebagai sosok yang sangat dihormati di komunitas, peran Lay Iriawanto sebagai sponsor tak hanya memperkaya acara, tetapi juga menciptakan kesempatan bagi para tamu untuk lebih mengenal satu sama lain dan mempererat tali silaturahmi. Perayaan Imlek FORMAS tidak hanya menjadi ajang untuk menikmati hiburan, tetapi juga menjadi platform untuk meningkatkan rasa kebersamaan di antara berbagai komunitas.


Selain itu, Tjhai Leonardi dari perkumpulan Tionghoa Singkawang , PTK Indonesia, juga ikut mensponsori acara perayaan Imlek ini.
Suasana di Auditorium RRI sangat hidup dan penuh kegembiraan. Ketika pengundian doorprize dimulai, para tamu yang beruntung mendapatkan hadiah merasa sangat senang dan antusias. Sorakan dan tepuk tangan terdengar di setiap pengumuman pemenang, menunjukkan betapa antusiasnya para tamu undangan dengan hadiah-hadiah yang mereka terima. Setiap pemenang merasa terberkati dengan hadiah yang membuat acara ini semakin berkesan dan menyenangkan.

Namun, lebih dari sekadar hadiah, suasana kebersamaan yang tercipta selama perayaan Imlek ini sangat terasa. Dari para sponsor hingga tamu undangan, semuanya berbagi kebahagiaan dan kegembiraan dalam rangka merayakan Tahun Baru Imlek bersama.
Melalui dukungan dari para sponsor dan partisipasi aktif dari berbagai pihak, FORMAS berhasil menciptakan sebuah perayaan yang tidak hanya meriah tetapi juga bermakna. Imlek FORMAS 2025 tidak hanya menyatukan orang-orang dalam suasana gembira, tetapi juga memperkuat hubungan antar komunitas yang hadir.
