Penderita Gagal Ginjal Terbanyak ke-2 di Indonesia
Tanggal 9 Maret diperingati sebagai Hari Ginjal Sedunia. Di Indonesia, penyakit gagal ginjal menjadi rangking ke-2 penyakit yang paling banyak diderita masyarakat. Setelah penyakit pertama, yaitu jantung.
Apa sebenarnya gagal ginjal yang sering kita dengar itu? Gagal ginjal kronis merupakan penyakit di mana kondisi fungsi ginjal mulai menurut secara perlahan dan bertahap. Sementara Indonesia Renal Registry menyebutnya sebagai kerusakan ginjal, dapat berupa kelainan jaringan, komposisi darah dan urine atau tes pencitraan ginjal, yang dialamu lebih dari tiga bulan.
Gagal ginjal kronis dapat naik stadiumnya menjadi gagal ginjal tahap akhir atau yang biasa disebut End-Stage Renal Disease/ESRD). Pada tahap akhir, ginjal benar-benar tidak berfungsi lagi sehingga limbah tubuh, cairan, dan elektrolit yang bisa membahayakan tubuh jika tidak dibuang. Oleh karenanya diperlukan treatment penyaringan buatan berupa proses dialisis/cuci darah. Jalan lain yang bisa ditempuh adalah dengan melakukan transplantasi ginjal yang tentunya membutuhkan dana yang besar dan pendonor ginjal yang cocok dengan tubuh fasien.
Tidak ada gejala khusus pada gagal ginjal kronis. Hanya bisa dipantau dengan pemeriksaan darah atau urine. Sementara stadium lanjut ditandai dengan sesak nafas, mual, kelelahan, mengalami pembengkakan pergelangan kaki atau tangan karena terjadi penumpukan cairan pada sirkulasi tubuh. Kadang juga disertai dengan adanya darah dalam urine.
Untuk mengontrol fungsi ginjal secara berkala, maka yang harus dilakukan melakukan uji laboratorium dengan sampel darah. Setidaknya Anda harus melakukannya setahun sekali, untuk melihat adanya kemungkinan keadaan ginjal yang tidak lagi normal.
