Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Lahirkan Efek Positif Untuk Multi Sektor
Duta Besar RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun terkesima dengan pengelolaan sampah yang dilakukan Perusahaan Jiangsu Xuefeng Enviroment Protection Science & Technology Co.Ltd. Pengelolaan sampah ini, disaksikan langsung oleh Dubes Djauhari sendiri bersama rombongan, saat mengunjungi perusahaan pengelolaan sampah Jiangsu Xuefeng di Kota Yuncheng, Provinsi Shanxi, Minggu, 12 Agustus 2018.
Perusahaan Jiangsu Xuefeng merupakan perusahaan yang memfokuskan bidang riset & pengembangan, desain, instalasi, penjualan perlengkapan hasil olahan sampah padat, pembelajaran komprehensif mengenai teknologi pembuangan, bioteknologi perlindungan lingkungan, serta teknologi perbaikan tanah dan pengendalinan disertifikasi. Perusahaan ini, telah terinkorporasi sejak tahun 2007 dengan modal terdaftar senilai RMB 46 juta ini.
Jiangsu Xuefeng mampu mengelolah sampah dengan kapastias 300 hingga 600 ton. Sampah-sampah tersebut didatangkan dari Pemerintah County Linyi dan disimpan selama tujuh hari untuk fermentasi. Setelah fermentasi dilakukan, sampah akan dipilah berdasarkan kategorinya, yakni sampah logam, plastik, organik, dan puing.
Proses pengelolaan dapat dimonitor di ruang control panel, dengan teknologi yang terintegerasi. Hasil engelolaan sampah yang dihasilkan Jiangsu Xuefeng dapat didaur ulang untuk menghasilkan produk-produk yang bermanfaat dan memiliki nilai jual. Produk itu, misalnya batako, bata ringan, gorong-gorong dan kermaik yang dihasilkan dari daur ulang sampah puing.
Tak hanya sampah puing saja, daur ulang sampah plastik juga menghasilkan produk yang bermutu, seperti palet, partisi bangunan, perangkat dermaga kapal, kusen pintu dan jendela.
Selain itu, untuk sampah organik dapat diolah menjadi pupuk yang bermanfaat bagi perkebunan. Pupuk ini, banyak digunakan perkebunan-perkebunan di sekitar perusahaan.
Keberadaan Jiangsu Xuefeng sangat membantu Pemerintah Tiongkok dalam menggenjot pembangunan berkelanjutan, pasalnya terbukti pengelolaan sampah yang benar seperti yang dilakukan Jiangsu Xuefeng dapat memberikan berbagai keuntungan sosial, lingkungan, dan ekonomis. Jika diterapkan di Indonesia, maka pengelolahan sampah modern ini bisa mendukung terciptanya wisata ramah lingkungan.
Seperti diketahui, tahun ini Menteri Pariwisata Arief Yahya telah menjadikan lingkungan sebagai di isu utama di sektor pariwisata. Karena itu, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memberikan perhatian lebih kepada masalah-masalah lingkungan.
“Pariwisata merupakan sektor yang paling kecil menimbulkan kerusakan karena prinsip pembangunan pariwisata adalah ‘suistainable’ atau berkelanjutan. Lingkungan yang terjaga merupakan aset bagi pariwisata untuk mendatangkan wisatawan,” ujar Menpar beberapa waktu lalu.
Pada kesempatan ini Dubes Djauhari juga menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pemerintah JiangsuXuefeng Environmental Protection Science & Technology Co.Ltd dengan BaliEnergy Waste serta penunjukkan kuasa Perwakilan Indonesia kepada PT. SejahteraLestari Utama Jaya. Pilihan kerja sama ini diambil mengingat daur ulang sampah oleh perusahaan Xuefang dapat mencapai 98%, tanpa polusi, tidak berbahaya, serta telah mendapatkan berbagaipenghargaan dan jaminan hasil output bebas bakteri. (Sumber KBRI Beijing)
