Penjagaan Kualitas Air di Danau Toba Akan Diprioritaskan

0
lake-toba-view

Menjadi salah satu destinasi prioritas yang diusung Kemenpar sangatlah bernilai apalagi nantinya diharapkan akan menjadi destinasi berkelas yang menampilkan keindahan asli Indonesia. Untuk itu tidak hanya memperindah dengan penyediaan fasilitas dan infrastruktur, Menteri Pariwisata Arief Yahya juga mengharapkan terjaminnya kelestarian lingkungannya.

“Prinsipnya: Semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan,” ujar Arief.

Digelarnya rapat yang membahas terkait kualitas air di Danau Toba oleh Kementerian Koordinator Kemaritiman dan dipimpin oleh Sekretaris Deputi Bidang Infrastruktur Kemenko Maritim Arif Rahman Hakim. Pada rapat tersebut adalah bertujuan untuk meminta masukan dari berbagai pihak guna menjaga kualitas air di danau tersebut.

Perwakilan yang menghadiri rapat tersebut adalah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Bank Dunia, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Dinas Lingkungan Hidup Sumatera Utara dan Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT) dan Deltares.

“Tujuan rapat ini adalah membahas laporan awal tentang kualitas air Danau Toba,” ujar Kepala BOPDT Arie Prasetyo.

Are menjelaskan bahwa didapatnya  usulan didalam rapat tersebut merupakan hal penting dan banyak perwakilan yang memberikan masukan-masukan penting. Misalnya, Dinas Lingkungan Sumut memberikan usulan mengenai pengkajian terhadap imbas pemukiman di sekitar Danau Toba yang membuang limbah domestik.

“Ada usulan untuk membuat buffer area di sekitar danau dan green belt,” kata Arie.

Dari BPPT adalah mengkaji tentang pemetaan land use di sekitar Danau Toba. Yang bertujuan untuk mengetahui persebaran daerah tangapan air. Lantas, apa usul BOPDT?

“Usul kami adalah memilih prioritas lokasi dalam pengambilan data,” ujar Arie.

Arie mengatakan bahwa nantinya pada Mei-September 2017 akan ada dilakukan pengkajian g kualitas air Danau Toba. BOPDT mengusulkan pengambilan sampel termasuk untuk data batimetri atau pengukuran kedalaman akan difokuskan dititik-titik yang sangat tercemar.

Pemerintah juga mengundanglembaga kondang asal Belanda, Deltares untuk  terlibat dalam meneliti kualitas air Danau Toba.

“Rencana penyusunan kajian kualitas air di Danau Toba akan disusun oleh Deltares,” papar Arie.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *