Penjualan Paket Wisata ke Turki Diperkirakan Menurun Drastis
Penjualan paket wisata ke Turki diprediksi akan turun drastis sampai satu tahun ke depan, setelah insiden kudeta militer, Sabtu (16/7) lalu.
Beberapa agen perjalanan wisata Indonesia mengantisipasinya dengan berusaha memberikan alternatif destinasi wisata lainnya selain Turki.
“Pengaruh (insiden kudeta militera Turki) ke depannya pasti signifikan, mungkin perlu waktu 6 bulan sampai 1 tahun baru bisa kembali normal, “ kata Presiden Direktur PT. Bayu Buana Tbk Travel Service, Agustinus Peko Seko.
Ia menegaskan pihak Bayu Buana tidak menjual paket wisata Turki sampai kondisi keamanan stabil. Agustinus melanjutkan wisatawan tetap bisa memilih alternative wisata lainnya di dunia selain Turki.
“Karena kami bertanggung jawab juga terhadap keselamatan peserta tur kami. Jadi bisnis tidak semata-mata mencari keuntungan saja, keselamatan peserta tur kami harus menjadi prioritas utama, “ ungkapnya.
Ketua Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies (ASITA), Asnawi Bahar, menyebutkan pemulihan penjualan paket wisata ke Turki akan berjalan sekitar 6 bulan. Ia memperkirakan insiden Turki akan berdampak pada kehilangan omzet sekitar Rp 1 Milyar per bulan dari berbagai perusahaan agen perjalanan wisata asal Indonesia.
“Untuk sementara akan ada penurunan kunjungan ke Turki, namun untuk sementara saja karena memang Turki destinasi yang menarik dan juga menjadi destinasi kombinasi dengan umrah sehingga menjadi paket yang sangat digemari,” jelas Asnawi.
Manager Marketing Communication Dwidaya Tour, Yanty Wijaya, menyayangkan dan prihatin terkait insiden kudeta militer di Turki. Ia mengungkapkan kejadian ini cukup memiliki dampak pada produk tur ke Turki yang sedang berjalan.
“Beberapa konsumen kami mempertimbangkan keberangkatan mereka. Ada pula yang meminta perubahan destinasi tur selain Turki. Mengingat beberapa kali kejadian serupa di Turki dan sampai saat ini belum ada pernyataan travel warning, Dwidata Tour tetap meng-approach konsumen untuk tetap tenang,” ujar Yanty.
Ia juga mengatakan sejauh ini pihak Dwidaya Tour tetap optimis untuk menjual paket Turki pasca insiden.
