People Skill dan Grooming, Strategi Negosiasi Bisnis ala El John Academy

Jimmy Xiao Direktur El John Academy. (Dok. Tim El John Media Network)
El John News, Jakarta – Setiap hari kita berbicara, berjabat tangan, menatap mata lawan bicara, lalu berharap urusan berjalan lancar. Namun, tak semua pertemuan berakhir dengan kesepakatan. Dari titik inilah El John Academy mengajak para entrepreneur menyelami makna sesungguhnya people skill melalui kelas rutin People Skill dan Grooming for Entrepreneur, yang digelar pada Kamis, 8 Januari 2025.
People Skill: Bukan Sekadar Bicara, tapi Membuat Orang Nyaman
Kelas intensif ini membuka kesadaran peserta bahwa keberhasilan negosiasi, kolaborasi, hingga peluang bisnis bukan semata soal produk atau ide. Lebih dari itu, semuanya bertumpu pada kemampuan membangun hubungan dan kesan sejak pertemuan pertama.
Direktur El John Academy, Jimmy Xiao, menekankan bahwa inti dari people skill adalah rasa nyaman.

Dalam setiap pertemuan, selalu ada harapan yang dibawa—respons positif, kesepakatan proyek, hingga keputusan membeli sebuah produk. Di titik inilah simpati dan empati memainkan peran krusial.
Simpati membantu seseorang memahami kondisi orang lain. Sementara empati mengajak untuk merasakan lebih dalam, membayangkan diri berada di posisi yang sama, merasakan harapan, kekecewaan, hingga kebutuhan lawan bicara. Dari pemahaman inilah muncul pendekatan yang lebih manusiawi dan solusi yang relevan.
Dari Ego ke Hati Seorang Giver
Namun, membangun empati bukan perkara instan. Ia menuntut latihan untuk keluar dari sikap egosentris. Tidak lagi berfokus pada apa yang kita inginkan, melainkan belajar memiliki hati seorang giver memberi perhatian, memberi solusi, dan memberi ruang bagi orang lain.
Ketika seseorang merasa dipahami dan dihargai, rasa percaya tumbuh secara alami. Di situlah hubungan terbangun, dan tujuan bersama menjadi lebih mudah tercapai.
Grooming: Kesan Pertama yang Tak Bisa Diulang
Selain kemampuan berkomunikasi, kelas ini juga menyoroti pentingnya grooming bagi seorang entrepreneur. Sebelum bertemu mitra atau klien potensial, kemampuan membawa diri menjadi faktor penentu kepercayaan.
Pakar komunikasi dan kepribadian, Monique Lovita, menegaskan bahwa kesan pertama sering kali menjadi penentu langkah awal dalam bisnis.

Walau penjualan belum selalu berjalan mulus, satu hal yang tak boleh diabaikan adalah kesiapan diri. Karena sebelum produk dinilai, sering kali yang dibaca pertama kali adalah sosok yang berdiri di hadapan calon mitra.
Detail Kecil yang Menentukan Kredibilitas
Kesalahan kecil yang kerap luput disadari – baju yang lecek, tubuh kurang segar, aroma tak sedap, atau datang dengan wajah tergesa, pelan tapi pasti dapat menggerus kredibilitas seorang entrepreneur.
Padahal, kebersihan diri, kerapian sederhana, dan ketepatan waktu adalah fondasi awal profesionalisme. Tidak harus tampil mewah atau berlebihan. Cukup rapi, terawat, dan bersikap tepat.
Di situlah kepercayaan diri berbicara. Bukan yang berisik atau terkesan sombong, melainkan confidence yang tenang dan pas—sebuah aura yang membuat orang merasa nyaman sejak pertemuan pertama.
Karena bagi seorang entrepreneur, sebelum bisnis dipercaya, diri kitalah yang lebih dulu harus meyakinkan.
Penulis: Gilang Kadafi
