Perkedel Bondon, Antri untuk Menikmatinya!
Hanya untuk beberapa potong kecil perkedel, tapi para pembeli rela menunggu dengan keluarga atau temannya di satu ruas jalanan Kota Bandung. Antri dengan godaan dingin Kota Bandung yang mulai sepi di beberapa pusat keramaian lain. Itupun hanya bisa dijumpai di atas jam sebelas malam. Pasti ada sesuatu yang istimewa dengan jajanan yang sebenarnya diberi nama berjulukan negatif tersebut.
Nama asli sebenarnya adalah perkedel kosrtes. Sementara bondon dalam bahasa sunda biasa digunakan untuk julukan wanita malam. Dijual malam hari sampai subuh, awalnya perkedel ini pelanggannya kebanyakan datang dari kalangan mereka. Lamban laun menyebar ke mahasiswa dan keluarga biasa, alasannya apalagi kalau bukan rasanya yang nendang alias istimewa.
Perkedel bondon kemudian sangat terkenal di Bandung. Digemari karena murah dan mampu menghalau dingin di kala lapar. Bahkan untuk menikmatinya, kita diberi nomor antrian supaya tertib dan semua kebagian. Perkedel kentang ini memiliki tekstur yang sangat garing di luar, namun sedikit lembek di dalam. Aromanya wangi dengan irisan bawang goreng dan seledri serta bumbu-bumbu lain. Rasanya gurih dengan aroma merica yang begitu kentara. Anda sebaiknya menikmati di tempat, berbaur bersama pelanggan lain ketika perkedel bondon masih panas.
Penjual perkedel bondon akan membuat adonan berbahan utama kentang rebus di tempat. Prosesnya cukup lama, untuk kemudian digoreng dalam minyak panas di belanga besar. Api untuk menggoreng berasal dari tungku bara yang menyala-nyala. Tidak tanggung-tanggung, ada tiga belanga yang selalu stand-by menggoreng pesanan yang tak menunggu lama segera berpindah tangan tersebut.
Akan halnya gorengan, menikmatinya belum lengkap tanpa ada sambal. Begitu juga dengan perkedel bondon yang dinikmati dengan cara mencocolnya ke dalam sambel terasi yang pedas manis. Tapi awas, Anda boleh kepincut dengan perkedel bondon, tapi pikir-pikir dulu jika sudah ngomongin ‘bondon’ yang sebenarnya.
