Queen Bee Syndrome, Fenomena dengan Atasan Wanita
Pekerja wanita yang memiliki atasan wanita berisiko depresi dan sakit kepala. Bagi pekerja wanita, bos wanita lebih menyebalkan dibanding bos pria. Pandangan ini sesuai dengan penelitian di Kanada yang mengungkapkan pekerja wanita dengan atasan wanita sering terserang depresi, sakit kepala, dan insomnia. Berbanding terbalik pada pekerja yang memiliki atasan pria. American Management Association juga menyimpulkan hal ini, yaitu 95% wanita merasa kariernya terhambat karena memiliki bos wanita.
Fenomena atasan wanita yang menyebalkan ini disebut Queen Bee Syndrome.
“Queen Bee adalah seseorang yang berusaha menaikkan jenjang kariernya di perusahaan yang didominasi pria. Ia mencapai tujuannya itu dengan bersikap seperti pria, kejam, dan cuek,” ujar Profesor Cary Cooper, psikolog dari Lancaster University Management School, seperti dikutip Daily Mail.
Bos wanita suka memberi arahan dan bantuan pada pekerja wanita yang lebih junior. Tetapi ketika bawahannya berprestasi, ia akan merasa terancam. Sikap seperti ini bagi pria-pria di kantor cukup menyebalkan. Pria tidak mengerti bagaimana atasan wanita justru tidak berempati dan tidak bisa menyelami bawahannya yang berjenis kelamin sama. Wanita Queen Bee ini terus mencoba menjadikan dirinya seperti seorang pria di lingkungan kantor. Padahal menurut pria tidak harus begitu. Hal tersebut hanya membuat ia terlihat tidak profesional.
Atasan wanita lebih mengedepankan penilaian subjektif dan emosional ketika menjalin interaksi dengan bawahan wanita, meskipun niatnya mungkin ingin terlihat perfeksionis dan profesional. Uniknya, atasan dengan sindrom khas ini hanya bisa menjadi lembut jika mayoritas karyawannya wanita. Jika didominasi pria, ia akan kehilangan kelembutannya dan menjadi sosok yang menyebalkan bagi karyawan wanita.
