EconomicHeadline News

Perkuat Devisa dan Topang Rupiah, Inalum Targetkan Kenaikan Ekspor Sebesar US$ 2,51 Miliar

Holding Industri Pertambangan INALUM berkomitmen membantu Pemerintah memperkuat cadangan devisa dan menopang nilai tukar rupiah. Komitmen ini, ditunjukan INALUM dengan terus meningkatkan ekspor komoditas  dan produk hilirisasinya.

Tahun ini saja, INALUM memproyeksikan penjualan ekspor mineral, batubara dan produk hilirisasinya sebesar US$ 2,51 miliar di tahun 2018 ini, atau meningkat sebesar 33% dibanding realisasi 2017 sebesar US$ 1,89 miliar. Kenaikan tersebut  kontribusi dari  kinerja ekspor PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM).

Direktur Utama INALUM Budi G. Sadikin mengatakan, pengingkatan  ekspor  produk pertambangan merupakan tanggung jawab  INALUM sebagai Holding Industri Pertambangan guna memperkuat cadangan devisa negara.

“Devisa hasil ekspor kami seluruhnya ditempatkan di perbankan dalam negeri.” “Membaiknya kinerja ekspor ini sesuai dengan mandat pembentukan Holding Industri Pertambangan untuk menjadi perusahaan kelas dunia.”  kata Budi dalam keterangan tertulis yang diterima Redaksi El John News, Jumat, 14 September 2018.

Dalam siaran pers ini, dijabarkan proyeksi peningkatan  ekspor dari PT BA dan Antam. Untuk PT BA, memproyeksikan ada peningkatan ekspor sebanyak  12,1 juta ton batubara tahun ini, dengan nilai transaksi mencapai US$ 829 juta tahun ini. Jumlah ekspor sebanyak 12,1 juta ton itu, naik 44,6% dibanding tahun 2017. Negara-negara yang menerima ekspor batubara dari PT BA yakni Tiongkok, India, Thailand, Hong Kong, dan Kamboja.

Proyeksi kenaikan ekspor juga dilakukan ANTAM. Kenaikan nilai  ekspor tahun ini,  yang diproyeksikan  mencapai US$ 1,04 miliar atau naik sebesar 66% dibandikan tahun sebelum yang hanya mencapai US$ 630. Proyeksi ekspor ANTAM tahun ini terdiri dari 25 kilo ton nikel dalam feronikel, 4.05 juta wet metric ton bijih nikel, 1.25 juta wet metric ton bijih bauksit dan 12 ton emas.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan, Sumber daya alam Indonesia , khususnya mineral dan tambang, sangat kaya. Di industri tambang inilah, Indonesia memiliki daya saing yang sangat baik di dunia.

Dengan mendorong hilirisasi di sektor mineral tambang harapan ke depannya akan memberikan keuntungan lebih bagi rakyat dan negara melalui ekspor produk akhir tambang.

“Kita punya sumber daya alam atau bahan baku. Pada akhirnya akan sangat menguntungkan nilai ekspor kita.” kata Menteri Rini.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close