Perkuat Persaudaraan, PSMTI Gelar Perayaan Imlek 2018

0
WhatsApp Image 2018-02-26 at 11.55.21

Suasana penuh persaudaraan telihat di acara perayaan Imlek 2569 yang digelar Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) di Toko Merah, Tambora, Jakarta Barat, Minggu 25 Februari 2018. Acara ini dihadiri oleh ratusan Undangan yang terdiri dari Pengurus PSMTI se-Indonesia, organisasi atau perkumpulan marga-marga, organisasi Tionghoa se-Indonesia dan tokoh agama Budha.

Acara perayaan Imlek dimulai dengan atraksi barongsai. Pertunjukan ini membuat acara semakin hidup dan meriah. Setelah itu, dilangsungkan acara pembagian Angpao oleh Cai Shen Ye dan dilanjutkan dengan makan siang dan ramah tamah.

Ketua Umum PSMTI, David Herman Jaya mengaku senang acara perayaan Imlek tahun ini berlangsung sukses. David  berharap Imlek dijadikan momentum untuk menguatkan rasa persaudaraan warga Tionghoa di Indonesia.

Menurut David,  rasa persaudaraan yang kuat  dapat membangun Indonesia ke arah yang lebih baik lagi. David pun mengajak warga Tionghoa untuk turun langsung bersinergi dalam memajukan Indonesia.

“Harapan ya kita negara kita toh, kita sudah Tionghoa Indonesia ya kita harus sinergi bangunlah negara ini. Harus kita rawat dan kita besari,” kata David di lokasi acara.

Selain itu, David juga meminta warga Tionghoa, agar  Imlek dijadikan sebagai  rasa syukur kepada Sang Pecipta dan tak lupa juga untuk memanjatkan doa agar kehidupan di masa yang datang dapat lebih baik.

“Imlek juga dijadikan moment silaturahmi dengan keluarga dan kerabat serta rasa syukur,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Panitia Perayaan Imlek PSMTI 2018, Johnnie Sugiarto. Johnnie mengatakan suksesnya acara ini merupakan hasil kerja tim panitia yang begitu solid. Johnnie menilai semua anggota panitia bekerja keras dan  rela mengorbankan waktunya agar perayaan Imlek 2018 berjalan lancar.

“Yang membuat saya surprise adalah kebersamaan itu sendiri karena setelah kita bentuk panitia, semua orang bantu membantu mensukseskan event ini, jadi semua yang diundang menjadi panitia semuanya rela mengobarkan waktu dan pikiran. Semuanya ikut nimbrung ikut mensukseskan acara ini.,” kata Johnnie.

Menurut Johnnie, tim panitia fokus untuk menjadikan Imlek sebagai wujud kebersamaan tanpa memandang agama dan suku.

“kita lebih fokus pada kebersamaan, kebersamaan bahwa kita dari suku, etnis bangsa Indonesia kita bersama-sama merayakan acara kebudayaan yang lintas agama dan lintas suku itu yang kita rayakan tahun ini,” tutup Johnnie.

Di bawah kepemimpinan David Herman Jaya, citra PMSTI semakin bersinar. Hubungan marga-marga Tionghoa di Indonesia semakin erat dan terus meningkat. Begitu juga perkembangan PSMTI di daerah yang menunjukan progres yang baik. Hubungan PSMTI pusat dan daerah juga terus dipererat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *