Perusahaan China Siap Gelontorkan Investasi US$1 Miliar di Tanjung Lesung

0
images-47

Kawasan Pariwisata Tanjung Lesung Provinsi Banten dipastikan mendapat suntikan investasi untuk pengembangan wisata  dari Perusahaan China sebesar US$1 miliar. Kepastian itu diperoleh, setelah adanya  komitmen dari Yunnan Ice Sea Investment Group sebagai investor dari China dan Jababeka dari pihak Indonesia.

Komitmen itu dituangkan ke dalam dokumen letter of intent (LoI) yang ditandatangani  Direktur Utama Yunnan Ice Sea Invstment Group Wei Xiao Lin dan Direktur Utama Jababeka Budianto Liman dalam Forum Investasi, Perdagangan, dan Pariwisata Terkini 2018 di Beijing, Jumat (14/12/2018). Setelah ditandangani dilakukan penukaran Lol yang disaksikan langsung oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Duta Besar Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik investasi di salah satu Bali Baru ini. Seperti diketahui ada 10 Bali baru atau destinasi prioritas yang dicanangkan Presiden Jokowi untuk dikembangkan secara intens, salah satunya adalah Tanjung Lesung.

Untuk mengembangkan 10 Bali Baru, sedikitnya dibutuhkan investasi senilai US$35 miliar hingga tahun 2024 mendatang.

“Investasi di sana terbagi menjadi dua, investasi pariwisata dan pendanaan pariwisata,” kata Menpar Arief.

Sementara, Pemerintah Indonesia telah menginvestasikan dana senilai US$12 miliar.

“Akan tetapi kami masih butuh suntikan investasi lagi senilai 23 miliar dolar AS dari sektor swasta. Investasi pariwisata dari sektor swasta diarahkan ke hotel, restoran, taman rekreasi, pelabuhan, dan fasilitas lainnya,” ujarnya menambahkan.

Menpar menyebutkan investasi di sektor pariwisata tanah air menunjukan hasil yang cukup membanggakan. Pada
periode 2013-2017 saja, investasi di sektor pariwisata telah mencapai angka US$5,47 miliar dolar AS, sekitar US$4,23 miliar bersumber dari investor asing.

Investor Singapura masih menjadi investor asing yang banyak menanamkan modalnya di Indonesia untuk sektor pariwisata, yakni sebesar US$ 460 juta dan China dengan US$330 juta.

Dalam kesempatan tersebut, Menpar juga mengatakan bahwa China telah memberikan kontribusi terbesar terhadap sektor pariwisata Nusantara dalam tiga tahun terakhir.

Pada 2017 jumlah wisatawan China yang berkunjung ke Indonesia mencapai 1,97Baca juga: Kunjungan wisatawan Tiongkok ke Bali baru satu persenorang atau naik 35,7 persen dibandingkan 2016.

Pada 2018, Kemenpar menargetkan 2,6 juta kunjungan wisatawan China. Namun selama periode Januari-Oktober 2018 baru tercapai 1,87 juta wisatawan asal China.

“Oleh sebab itu, kami masih berharap kunjungan wisatawan China lebih banyak lagi,” kata Arief dalam acara yang dihadiri para pengusaha Indonesia dan China tersebut. (Sumber Antara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *