Perusahaan Perancis Bakal Berinvestasi di Sektor Pariwisata Sulut Sebesar Rp900 Miliar

0
images

Sektor pariwisata Sulawesi Utara (Sulut) akan mendapatkan suntikan investasi baru dari Perusahaan ‘Dune-Network’. Perusahaan Perancis itu akan mengucurkan dana investasi sebesar Rp900 miliar untuk wisata bahari.

“Mereka akan berinvestasi di bidang penyelaman dan life aboard (menginap di kapal),” kata kata Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Edwin Silangen, di Manado, Senin (27/5/2019).

Kapal tersebut akan memberikan pelayanan istimewa kepada para wisatawan seperti berkeliling ke tempat-tempat exotic untuk menyelam atau snorkeling. Tak hanya itu, wisatawan juga dapat menginap di kapal dengan fasilitas memadai.

Silngen mengungkapkan Pemerintah Provinsi Sulut menyambut baik rencana investasi ini. Rencana investasi ini sepertinya sudah bulat karena “Dune-Network” sendiri selama berkunjung ke Sulut melakukan survei lokasi daerah yang bakal dijadikan cabang perusahaan pariwisata bertaraf internasional tersebut.

“Pemprov Sulut selalu mempermudah seluruh investor yang akan berinvestasi di Sulut. Iklim investasi yang sangat kondusif didukung keramahan masyarakatnya sangat menarik bagi semua investor termasuk Dune-Network,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubdit Fasilitasi Promosi Daerah BKPM RI Saribua Siahaan mengatakan Perusahaan Perancis itu bukan sekedar berinvestasi namun turut membantu mendatangakan wisatawan. Rencananya “Dune-Network” bakal mendatangkan ribuan penyelam untuk berlibur sekaligus menyelam di perairan Sulut.

“Ada tiga ribu penyelam yang akan didatangkan dune-network ke Sulut. Selain itu investasi ini akan menambah lapangan pekerjaan dan menguntungkan sektor lainnya di daerah ini,” katanya.

Selain Pulau Lembeh dan perairan Likupang ada daerah lainnya di Sulut yang sedang disurvei investor sebelum pada akhirnya ditetapkan sebagai lokasi bisnis penyelaman dan life aboard.

Pertemuan tersebut dihadiri CEO Dune-Network Steve Hans dan Cyril Dune dan diikuti Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulut Arbonas Hutabarat, pengelola KEK Pariwisata Likupang Paquita Widjaja Rustandi dan Kasubdit Fasilitasi Promosi Daerah BKPM RI Saribua Siahaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *