Pesta Pantai Buru 2017 Akan Dijadikan Agenda Tahunan Pariwisata di Karimun
Pesta Pantai Buru 2017 yang dipusatkan di wisata Pantai Tanjung Ambat, Kecamatan Buru, Kepulauan Riau resmi dibuka oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq, Rabu pagi, 28 Juni 2017.
Dalam kata sambutannya Rafiq merasa bangga diwilayah yang dipimpinnya ini memiliki event pariwisata yang tak kalah menariknya dengan daerah lain. Bahkan Rafiq memiliki keinginan agar event Pesta Pantai Buru dijadikan agenda tahunan iven pariwisata Kabupaten Karimun agar pengelolaannya semakin baik ke depannya
“Alhamdulillah ramai, pak Bupati juga terkesan, meski iven ini atas prakarsa warga sendiri. Bahkan pak Bupati mengharapkan pesta pantai Buru ini jadi agenda tahunan event pariwisata Karimun,” ujar Camat Buru, Helmy seperti yang dilansir Tribun Batam.
Helmi menjelaskan Rafiq benar-benar menaruh perhatian besar pada event seperti ini. Hal itu dibuktikannya dengan janjinya yang vmemberikan bantuan pembangunan infrastruktur pendukung objek-objek wisata di pulau Buru seperti semenisasi akses jalan ke objek wisata kolam air panas bumi di Desa Tanjung Hutan dan panggung di dalam kawasan objek wisata pantai Tanjung Ambat mulai 2018 mendatang.
“Pembebasan lahan secepatnya diupayakan,” terang Helmy.
Dalam kesempatan itu, Rafiq juga menyempatkan untuk melepas peserta lomba sampan layar.
Pesta pantai Buru 2017 dilansungkan selama satu hari penuh. Acara tersebut sempena memeriahkan hari raya Idul Fitri 1438 Hijriah. Menambah meriahnya acara, panitia juga menghadirkan penyanyi dangdut asal Ibukota yakni Vera KDI 3.
Pulau Buru dan Kecamatan Buru pada umumnya memang merupakan pulau bersejarah. Di sana terdapat sebuah masjid bersejarah yang dibangun semasa kerajaan Islam Melayu yang dikenal umum dengan nama Masjid Raja Abdul Ghani.
Pulau Buru dulunya juga merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Melayu Johor-Riau.
Selain itu juga objek wisata religi seperti makam si Badang Perkasa, Tue Pekong Tua dan makam penyiar agama Islam, objek wisata alam seperti Pantai Tanjung Ambat dan kolam pemandian air panas di Desa Tanjung Hutan serta makam sepanjang 2 meter, Badang Perkasa.
“Kami juga melaporkan ke pak Bupati bahwa pada dasarnya pariwisata di daerah kita ini kurang promosi dan edukasi bagaimana mengelola dunia pariwisata yang baik guna menarik kunjungan wisatawan,” kata Helmy.
