EconomicFood

Petani Sayur Pangalengan Bandung Manfaatkan Penjualan Online Melalui Sosial Media

Dalam satu pekan terakhir, penjualan sayuran petani Pangalengan mengalami penurunan. Petani memanfaatkan penjaulan secara online melalui sosial media.

Ade salah seorang petani Pangalengan mengatakan, sejak adanya social distancing dan anjuran diam di rumah untuk mencegah penyebaran Covid-19, permintaan sayuran di pasar menjadi menurun.

Penurunan permintaan dari bandar di pasar mencapai lebih dari 50% akibat pengurangan aktivitas masyarakat berbelanja ke pasar.

“Biasanya saya sehari bisa mengirim 4-5 ton sayuran ke beberapa pasar, sekarang permintaannya paling hanya 1,5 ton/hari,” tutur Ade

Padahal saat ini kata Ade harga sayuran seperti tomat sedang bagus, namun dengan kondisi seperti ini penjualan menjadi menurun. Dilain sisi, sayuran tidak bisa bertahan lama. Karena takut busuk akibat kurangnya pesanan dari pasar, Ade terpaksa berjualan secara online memanfaatkan sosial media seperti facebook, whastApp dan sosial media lainnya.

Awalnya hanya untuk menyelamatkan sayuran dari pada busuk, mending ditawarkan di sosial media. Ternyata responnya bagus, banyak yang pesan ,Ratusan didapatkan Ade dari hasil penawaran sayuran di sosial media. Kebanyakan pembeli berasal dari sekitaran bandung.

“Mungkin karena malas ke pasar karena takut Corona, akhirnya masyarakat mencari dari online,” ujarnya.

Harga yang ditawarkan oleh Ade masih sesuai dengan pasar. Karena harus dikirim melalui paket, Ade menambahkan ongkos kirim untuk setiap pemesanan. Walaupun bisa menyelamatkan sayuran dari busuk, namun kata Ade penjualan melalui online dirasa merepotkan. Terlbih pesanan bisa mencapai ribuan dalam satu hari, sehingga dirasan lebih nyaman dengan menjualnya ke pasar seperti biasa.

“Inginnya situasi segera normal,” tutupnya.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close