Phinisi Hospitality Kembangkan Konsep Health Tourism di Makassar
Phinisi Hospitality menginisiasi pengembangan konsep health tourism guna memperluas pasar kunjungan wisatawan ke Kota Makassar.
CEO Phinisi Hospitality Anggiat Sinaga mengatakan health tourism diyakini memiliki daya tarik potensial dalam mendorong pertumbuhan angka kunjungan wisatawan melalui skema diverifikasi.
Manifestasi dari inisiasi pengembangan health tourism yang diusung perusahan itu dilakukan melalui perhelatan Phinisi Hospitality Fair (PHF) 2018, dibarengi dengan kampanye konsep pariwisata kesehatan bagi khalayak.
“Makassar ini memiliki sumber daya yang bisa mendukung konsep health tourism. Melalui momentum PHF ini kami berupaya mendorong konsep ini, kolaborasi dengan Ikatan Dokter Indonesia [IDI] Sulsel juga kami lakukan untuk edukasi health tourism,” katanya.
Dia menjelaskan, pergelaran PHF 2018 diproyeksikan mampu menjadi katalis positif untuk mendorong sinergitas lintas sektor sehingga atraktif dalam pengembangan health tourism.
Secara khusus, konsep itu menjadi bagian dari langkah diversifikasi pasar wisatawan yang berkunjung ke Makassar maupun Sulsel secara umum, yang mana selam ini masih terkonsentrasi pada segmen konvensional.
Kemudian khusus untuk pelibatan IDI Sulsel dalam pergelaran PHF dimaksudkan agar upaya edukasi konsep health tourism lebih efektif menciptakan sinergitas antara pelaku industri pariwisata dengan pengelola fasilitas kesehatan atau RS di Makassar.
Anggiat mengakui, pengembangan konsep tersebut sangat membutuhkan kolaborasi lintas sektor karena memadukan pariwisata dengan kesehatan di Makassar membutuhkan pola pendekatan yang berbeda.