PHRI Pastikan Hotel di Bali Sepakat Turunkan Tarif Kamar

0
20171123_120720

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani memastikan industri  perhotelan di Bali telah sepakat untuk menurunkan tarif kamar kepada wisatawan yang terjebak di Bali akibat erupsi Gunung Agung. Hal ini dilakukan karena sisi kemanusian dan juga untuk menjaga citra pariwisata Bali di mata internasional. Selain itu, penurunan tarif ini dilakukan guna menjaga okupansi Hotel ditengah kondisi berduka ini.

“Sekarang lagi susah karena airport ditutup, Bali kalau sampai airport ditutup itu pasti sudah sulit. Dan sekarang kepedulian kita untuk tamu, harus kita urus juga, teman-teman (hotel) di Bali sepakat untuk memberikan diskon, bottom price untuk tamu-tamu di sana,” kata Hariyadi usai acara CORE Economic Outlook 2018: Inovative Policies for An Accelerated Economic Growth’ di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa, 28 November 2017.

Menurut Hariyadi, kesepakatan untuk menurunkan tarif kamar ini sudah diketahui oleh pemerintah provinsi Bali. Bahkan pemerintah setempat mengapresiasi para pelaku perhotelan di Bali yang membantu penanganan pariwisata di Bali yang tengah dihantam musibah.Untuk besaran tarif, diserahkan oleh masing-masing pemilik Hotel, asalkan tidak memberatkan para wisatawan yang tidak bisa pulang saat erupsi masih terjadi.

Tergantung (diskon) kita sepakat dengan Gubernur (Bali) untuk berikan best rate (hotel), masing-masing hotel beda-beda termurah yajg bisa mereka berikan berapa,” tutur Hariyadi.

Menurutnya, jika kondisi sudah aman, maka pihaknya akan melakukan upaya untuk kembali memulihkan tingkat okupansi perhotelan di Bali. Salah satunya dengan kampanye di media bahwa Bali sudah aman.

“Biasanya kalau sudah reda kita blast ke semua media bali aman, kita campain bali sudah pulih. Lebih ke komunikasinya saja,” ujar Hariyadi.

Pada penutupan operasional penerbangan pada Senin 27 November 2017, hingga Selasa pagi 28 November 2017, sebanyak 445 jadwal penerbangan domestik dan internasional dibatalkan.

Pengelola bandara bekerja sama dengan instansi terkait lain dan maskapai penerbangan membantu calon penumpang untuk beralih rute, mengembalikan uang tiket atau menggunakan jalur darat menuju bandara terdekat.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan erupsi kembali terjadi pada pengamatan mulai pukul 18.00-24.00 WITA pada Senin (27/11), ketika Gunung Agung menyemburkan abu bertekanan sedang berwarna kelabu dengan intensitas tebal hingga setinggi sekitar 3.000 meter di atas kawah puncak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *