Polisi dan Komdigi Blokir Situs Pemicu Aksi Ledakan SMA 72, Laptop Terduga Pelaku Diselidiki

0
082951200_1762515866-1

Kepolisian bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akan memblokir sejumlah situs yang diduga menjadi sumber inspirasi siswa dalam aksi peledakan di SMA Negeri 72 Jakarta Utara. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya menutup akses terhadap konten berbahaya yang berpotensi memicu tindakan kekerasan di kalangan pelajar.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Metro Jaya, Kombes Roberto Pasaribu, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari Densus 88 Antiteror Polri terkait sejumlah situs yang dipantau karena diduga kuat menjadi rujukan pelaku sebelum melakukan aksinya.

“Dari hasil koordinasi kami dengan rekan-rekan Densus 88, ada beberapa website yang telah terpantau dan saat ini kami sudah berkoordinasi dengan Komdigi, khususnya Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital, untuk melakukan pembatasan atau pemblokiran terhadap situs-situs tersebut,” ujar Roberto, Rabu (12/11/2025).

Menurut Roberto, penyidik saat ini juga tengah menelusuri situs dan media daring yang pernah diakses oleh pelaku untuk memetakan pola pencarian informasi yang berujung pada aksi peledakan di lingkungan sekolah.

“Kami akan mengungkap secara lengkap apa saja yang pernah dipelajari, dikunjungi, atau didistribusikan oleh pelaku melalui perangkat digitalnya,” tambahnya.

Dalam perkembangan penyelidikan, polisi berhasil menemukan satu unit laptop yang diduga milik terduga pelaku. Perangkat tersebut sempat tidak berada di tangan siswa bersangkutan, namun berhasil diamankan oleh tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dan diserahkan ke Direktorat Siber pada Minggu lalu.

“Satu laptop yang sebelumnya sempat tidak berada di tangan anak tersebut telah ditemukan oleh penyidik Ditreskrimum dan sekarang sudah kami amankan di Direktorat Siber untuk dilakukan pemeriksaan,” kata Roberto.

Saat ini, laptop tersebut tengah diperiksa secara menyeluruh di laboratorium forensik digital. Penelusuran difokuskan pada aktivitas daring pelaku, termasuk situs yang pernah dikunjungi, file yang disimpan, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan digitalnya.

“Semua media online dan situs yang pernah diakses atau diikuti oleh anak yang berkonflik dengan hukum ini sedang kami dalami melalui proses digital forensik,” jelas Roberto.

Kasus ini bermula dari ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta Utara pada Jumat (7/11/2025) sekitar pukul 12.15 WIB, tepat di area masjid sekolah saat kegiatan salat Jumat berlangsung. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut mengakibatkan 96 orang luka-luka.

Berdasarkan hasil penyelidikan Densus 88 Antiteror Polri, pelaku diduga mulai terpapar paham kekerasan setelah mengakses berbagai situs ekstrem di internet. Dari aktivitas daringnya, pelaku diketahui kerap mencari informasi tentang aksi-aksi kekerasan dan bergabung dalam komunitas daring yang mengidolakan pelaku serangan bersenjata di luar negeri.

Setidaknya ada enam pelaku serangan internasional yang menjadi inspirasi tindakan siswa tersebut. Nama-nama mereka bahkan ditulis di senjata mainan yang dibawa pelaku saat kejadian. Enam sosok itu antara lain Eric Harris, Dylan Klebold, Dylann Storm Roof, Alexandre Bissonnette, Vladislav Roslyakov, dan Brenton Tarrant.

Polisi menegaskan, penyelidikan akan terus diperluas untuk mengungkap sumber paparan dan memastikan tidak ada jaringan lain yang terlibat dalam penyebaran konten kekerasan kepada pelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *