Raudhah: Semangat Muda di Balik Penguatan Pokdarwis Nusantara

0
Learning, sharing, and growing together.May our collaboration with @disbudparjatimprov help our

Raudhah, Putri Pariwisata Nusantara 2025, turut ambil bagian dalam kegiatan “Program Benchmarking dan Replikasi Model Pengelolaan Desa Wisata Berprestasi sebagai Upaya Penguatan Kapasitas Pokdarwis Kalimantan Selatan ke Provinsi Jawa Timur.” Program ini menjadi momentum penting dalam upaya meningkatkan kualitas pengelolaan desa wisata di Kalimantan Selatan melalui pembelajaran langsung dari daerah yang sudah sukses membangun pariwisata berbasis masyarakat.

Kegiatan benchmarking ini diikuti oleh perwakilan pemerintah daerah, pelaku pariwisata, dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Mereka melakukan kunjungan langsung ke beberapa desa wisata unggulan di Jawa Timur yang telah berhasil mengembangkan potensi lokal menjadi destinasi menarik dan berdaya saing tinggi. Program ini diharapkan mampu membawa semangat baru bagi pengembangan desa wisata di Kalimantan Selatan.

Sebagai sosok muda yang aktif mempromosikan pariwisata Indonesia, Raudhah menilai kegiatan benchmarking ini memiliki makna yang sangat penting. Ia melihat kegiatan ini sebagai kesempatan besar untuk belajar dari praktik nyata daerah lain. Menurutnya, belajar dari pengalaman daerah yang sudah berhasil jauh lebih efektif dibanding memulai dari nol. Dengan cara itu, model yang sudah terbukti berhasil bisa diadaptasi langsung ke daerah lain tanpa kehilangan kekhasan lokal.

Putri binaan Yayasan El John Indonesia ini menjelaskan bahwa Kalimantan Selatan memiliki banyak potensi wisata yang masih bisa dikembangkan lebih jauh. Melalui benchmarking, pelaku pariwisata dapat memahami strategi terbaik dalam mengelola sumber daya alam, budaya, dan masyarakat lokal. Ia menilai kegiatan ini akan mempercepat proses inovasi di tingkat daerah dan membuka peluang kerja sama antardaerah dalam pengembangan destinasi wisata.

Dalam pandangan Raudhah, kegiatan ini juga berperan besar dalam meningkatkan kapasitas dan kreativitas Pokdarwis. Dengan melihat langsung bagaimana desa-desa wisata di Jawa Timur mengelola atraksi, promosi, hingga pelayanan wisatawan, para anggota Pokdarwis akan mendapatkan inspirasi nyata untuk diterapkan di wilayahnya masing-masing. “Pokdarwis bisa belajar langsung dari contoh yang berhasil, lalu menyesuaikannya dengan karakter desa mereka,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kunjungan semacam ini tidak hanya memberi wawasan teknis, tetapi juga mendorong semangat kolaborasi antaranggota Pokdarwis. Menurut Raudhah, ide-ide segar sering muncul dari interaksi langsung dan observasi lapangan. “Semakin banyak referensi, semakin luas pula ruang inovasi yang bisa diciptakan,” ujarnya penuh semangat.

Sebagai figur muda di bidang pariwisata, Raudhah percaya bahwa peran generasi muda sangat vital dalam mendukung pengelolaan dan promosi desa wisata. Ia menilai bahwa anak muda memiliki kemampuan adaptif terhadap teknologi dan tren digital. “Generasi muda bisa membawa napas baru lewat media sosial, pembuatan konten wisata, dan pengembangan konsep wisata yang lebih kreatif,” tuturnya.

Menurut Raudhah, keterlibatan generasi muda juga membantu desa wisata tetap relevan di tengah perubahan gaya hidup wisatawan. Dengan ide-ide inovatif dan kemampuan digital yang kuat, mereka dapat menciptakan pengalaman wisata yang lebih menarik dan berkesan. Ia melihat potensi besar ketika semangat muda dipadukan dengan kearifan lokal masyarakat desa.

Raudhah juga menyoroti pentingnya sinergi antara duta pariwisata, pemerintah daerah, dan Pokdarwis. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi kunci untuk memperkuat pariwisata berbasis masyarakat. Pemerintah berperan sebagai pembuat kebijakan dan penyedia fasilitas, Pokdarwis menjadi pelaksana di lapangan, sementara para duta pariwisata membantu membangun citra positif melalui promosi dan edukasi publik.

“Kalau semua unsur berjalan bersama dengan tujuan yang sama, maka pengembangan desa wisata bisa lebih kuat dan berkelanjutan,” ujar Raudhah. Ia meyakini bahwa setiap pihak memiliki peran yang saling melengkapi. Dengan komunikasi dan kolaborasi yang baik, setiap desa dapat mengoptimalkan potensi yang dimilikinya.

Selain berbagi pandangan, Raudhah juga menyampaikan beberapa gagasan konkret untuk penguatan desa wisata di Kalimantan Selatan. Ia berencana mendorong pelatihan kreatif bagi anggota Pokdarwis agar mampu mengembangkan konten promosi digital yang menarik. “Sekarang zamannya promosi digital. Desa wisata perlu hadir secara aktif di dunia maya,” katanya.

Raudhah juga menginisiasi gerakan advokasi Pelita (Pemuda Peduli Wisata dan Budaya) sebagai wadah kolaborasi bagi anak muda. Melalui gerakan ini, ia ingin melibatkan generasi muda untuk terjun langsung dalam pengembangan desa wisata, pelestarian budaya, dan pemberdayaan UMKM lokal. Ia percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama-sama.

Program Pelita diharapkan mampu menjadi ruang belajar dan berkreasi bagi anak muda di Kalimantan Selatan. Mereka dapat terlibat dalam pelatihan pemandu wisata, promosi digital, hingga pengembangan produk kreatif berbasis budaya lokal. Dengan keterlibatan pemuda, desa wisata bisa tumbuh sebagai destinasi yang hidup, dinamis, dan berdaya saing tinggi.

Raudhah menilai bahwa pengembangan desa wisata bukan hanya tentang meningkatkan jumlah pengunjung, tetapi juga menciptakan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat setempat. Desa wisata yang kuat akan menjadi ruang tumbuh bagi pelaku UMKM, seniman lokal, hingga generasi muda yang ingin berkarya di tanah sendiri.

Ia berharap semangat kolaborasi yang lahir dari kegiatan benchmarking ini dapat menjadi pemicu bagi semua pihak untuk terus berinovasi. Pengalaman dari Jawa Timur akan menjadi bekal berharga dalam membangun desa wisata di Kalimantan Selatan yang lebih mandiri dan kreatif.

“Pariwisata bukan sekadar tentang destinasi, tapi juga tentang manusia di dalamnya,” ujar Raudhah. Ia menekankan bahwa keberhasilan pengembangan pariwisata selalu bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat dan kepedulian semua pihak terhadap keberlanjutan lingkungan dan budaya.

Dengan semangat dan komitmen yang kuat, Raudhah terus menunjukkan perannya sebagai duta muda yang peduli terhadap kemajuan pariwisata daerah. Melalui langkah nyata dan kolaborasi lintas generasi, ia ingin memastikan bahwa desa wisata di Kalimantan Selatan dapat tumbuh menjadi kebanggaan bersama.

Kegiatan benchmarking ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan penguatan kapasitas Pokdarwis. Dengan dukungan pemerintah, duta pariwisata, dan generasi muda seperti Raudhah, pariwisata berbasis masyarakat di Kalimantan Selatan diharapkan semakin maju, inklusif, dan berkelanjutan.

Bagi Raudhah, setiap perjalanan dan pengalaman dalam kegiatan ini bukan sekadar tugas, melainkan panggilan hati. Ia ingin terus menjadi jembatan antara masyarakat dan dunia pariwisata. “Saya percaya, pariwisata yang tumbuh dari masyarakat akan selalu punya jiwa dan cerita yang tidak bisa ditemukan di tempat lain,” tutupnya dengan penuh keyakinan.

Penulis: Devin Tria Saputro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *