Polri Perkuat Koordinasi Nasional untuk Cegah Kasus Anak Hilang yang Kini Marak Dilaporkan

0
image_798064

Meningkatnya laporan anak hilang di sejumlah wilayah dalam beberapa pekan terakhir mendorong Polri untuk memperketat langkah pencegahan dan mempercepat respons lapangan. Mabes Polri menegaskan bahwa seluruh jajaran, mulai dari tingkat pusat hingga unit terkecil, telah diperintahkan untuk mengoptimalkan penanganan setiap laporan masyarakat.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangan resminya pada Kamis (13/11/2025) menyampaikan bahwa percepatan respons menjadi prioritas utama. Ia menekankan bahwa seluruh satuan kewilayahan, termasuk jajaran Bhabinkamtibmas, dikerahkan untuk memastikan proses pencarian dan penyelidikan berjalan maksimal.

“Setiap laporan anak hilang yang diterima segera ditindaklanjuti dengan respons cepat, langkah penyelidikan yang menyeluruh, serta pemantauan intensif di lapangan,” ujar Trunoyudo.

Menurut Trunoyudo, Polri memperkuat peran petugas Bhabinkamtibmas karena mereka merupakan unsur terdepan yang paling dekat dengan masyarakat. Para petugas ini diinstruksikan untuk berkoordinasi secara aktif dengan orang tua, pihak sekolah, serta tokoh masyarakat guna membangun kewaspadaan bersama terhadap potensi ancaman penculikan maupun kasus anak hilang.

Selain itu, Bhabinkamtibmas juga diminta meningkatkan frekuensi kegiatan sambang, pemantauan lingkungan, dan patroli dialogis, terutama di wilayah yang dinilai rawan atau sering muncul laporan serupa.

Langkah pencegahan terus digencarkan, terutama pada lingkungan keluarga dan sekolah. Polri menilai bahwa peningkatan literasi keselamatan anak menjadi salah satu kunci penting.“Upaya pencegahan dilakukan melalui penguatan kolaborasi dan sosialisasi di tingkat rumah tangga, sekolah, hingga lingkungan terkecil masyarakat,” kata Trunoyudo.

Materi edukasi meliputi pengenalan pola perilaku mencurigakan, anak tidak ditemukan, hingga langkah-langkah pencegahan digital seperti pengawasan aktivitas daring anak.

Di sisi lain, Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak (Dittipid PPA) serta Direktorat Tindak Pidana Siber (PPO) Bareskrim Polri terus memberikan asistensi teknis ke seluruh jajaran. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tiap satuan kepolisian daerah menjalankan prosedur penanganan kasus anak hilang secara tepat, mulai dari penerimaan laporan, pelacakan awal, hingga koordinasi lintas wilayah.

Asistensi dilakukan baik secara daring maupun turun langsung ke daerah, terutama pada satuan wilayah yang mengalami lonjakan laporan atau memiliki kasus dengan kompleksitas tinggi.

Polri menekankan pentingnya kerja sama dengan instansi lain, termasuk dinas sosial, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan lembaga perlindungan anak. Kolaborasi itu mencakup penyebaran informasi cepat, penyediaan dukungan bagi keluarga korban, hingga optimalisasi penggunaan teknologi seperti CCTV lingkungan dan sistem pelacakan digital.

Dengan serangkaian langkah tersebut, Polri berharap peningkatan kasus anak hilang dapat ditekan dan mekanisme penanganan setiap laporan menjadi lebih cepat dan efektif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *