Headline News

PPKM Diperpanjang Dua Minggu, Kabupaten/Kota di Jawa-Bali Tidak Ada Lagi Level 4

Pemerintah kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Sosial Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali, namun kali ini durasi PPKM ditambah menjadi dua minggu. Dengan demikian perpanjangan PPKM akan dimulai Selasa besok, 21 September 2021 hingga 4 Oktober 2021.

Pengumuman PPKM ini,  disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam Keterangan Pers mengenai Perkembangan PPKM Terkini, Senin sore (20/09/2021). Keterangan pers secara virtual  ini juga dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Menteri Kesehatran Budi G. Sadikin

Luhut menjelaskan, penambahan durasi penerapan PPKM ini sudah diputuskan melalui rapat terbatas dipimpin oleh Presiden Jokowi. Meski, diperpanjang dua minggu evaluasi tetap dilakukan setiap minggu.

“PPKM level diberlakukan selama dua minggu untuk Jawa–Bali. Namun evaluasi tetap dilakukan setiap minggunya untuk mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi begitu cepat,” ujarnya.

Luhut menerangkan perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia terus menunjukan hasil yang baik, yakni penurunan kasus terus terjadi. Hasil estimasi dari tim epidemiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) yang menyatakan angka reproduksi efektif (Rt) Indonesia berada di bawah satu (<1), yakni sebesar 0,98. Ini merupakan yang pertama kali sejak pandemi.

“Angka ini berarti setiap satu kasus COVID-19 rata-rata menularkan ke 0,9 orang, atau jumlah kasus akan terus berkurang. Angka ini dapat diartikan bahwa pandemi COVID-19 di Indonesia telah terkendali,” ujarnya.

Pada hari ini, Senin, 20 September 2021, kasus harian secara nasional  berada di angka 1.932 kasus, untuk angka kesembuhan mencapai 6.799 orang, sementara  kasus meninggal hanya  166 orang, dengan pengetesan mencapai lebih dari 150 ribu kasus.

Menyusul capaian positif ini, maka tidak ada lagi Kabupaten/Kota di Jawa-Bali yang berada di level 4. Capain ini juga harus terus diperbaiki hingga level PPKM dapat terus turun.

Capain baik ini juga tak lepas dari upaya maksimal untuk vaksinasi, disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi dalam mendukung aktivitas masyarakat. Upaya tersebut, membuat pemerintah melakukan penyesuaian pelonggaran namun tetap dengan aturan yang ketat.

Pelonggaran yang terbaru yakni.

  • Akan dilakukan uji coba pembukaan pusat perbelanjaan/mal bagi anak-anak di bawah usia kurang dari 12 tahun dengan pengawasan dan pendampingan orang tua, yang akan diterapkan di wilayah Jakarta, Bandung, Semarang, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Surabaya.
  • Pembukaan bioskop dengan kapasitas maksimal 50 persen pada kabupaten/kota Level 3 dan Level 2 namun dengan kewajiban menggunakan aplikasi PeduliLindungi serta penerapan protokol kesehatan yang ketat. “Kategori kuning dan hijau dapat memasuki area bioskop. Yang tadinya hanya hijau saja, sekarang kita bisa masuk dengan kuning,” ujar Luhut.
  • Pembukaan pelaksanaan pertandingan Liga 2 akan digelar di kabupaten/kota Level 3 dan 2 dengan maksimal delapan pertandingan per minggu.
  • Restoran di fasilitas olahraga yang sifatnya outdoor dapat beroperasi dengan kapasitas 50 persen.
  • Perkantoran nonesensial di kabupaten/kota Level 3 dapat melakukan 25 persen work from office (WFO) bagi pegawai yang sudah divaksinasi, dan harus sudah memakai QR PeduliLindungi.

Meskipun penanganan COVID-19 mengalami terus mengalami perbaikan, Menko Marves kembali menegaskan bahwa pemerintah tidak akan melakukan perubahan drastis terhadap pembatasan kegiatan masyarakat. Luhut juga meminta masyarakat untuk tetap waspada dan tidak bereuforia sehingga lalai dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Apa yang kita capai hari ini bersama-sama tentunya bukanlah bentuk euforia yang harus dirayakan. Kelengahan sekecil apapun yang kita lakukan, ujungnya akan terjadi peningkatan kasus dalam beberapa minggu ke depan dan yang pastinya [pemerintah] akan melakukan pengetatan-pengetatan itu kembali,” tegasnya.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close