Pramuka dan Vabaprastha Akan Kibarkan Merah Putih Dipuncak Mount Blanc

0
Selain-Bendera-Merah-Putih-Pramuka-Dan-Vanaprastha-Akan-Kibarkan-Spanduk-Bhinneka-Tunggal-Ika-Pancasila-Dasa-Darma-Pramuka-Dan-Visit-Indonesia-Di-Puncak-Mont-Blanc-01-1050x6

Promosi Indonesia kepada dunia dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan melakukan sebuah pendakian gunung. Itulah yang akan dilakukan Tim Kwarnas Pramuka dan organisasi pecinta alam Vanaprastha.  Tim ini  akan melakukan ekspedisi pendakian gunung tertinggi di Eropa Barat yaitu Mount Blanc.

Rencananya tim yang terdiri dari 18 orang ini akan berangkat pada hari Minggu, 3 September 2017 ke gunung yang terletak di perbatasan Swiss- Perancis itu dan akan kembali ke tanah air pada tanggal 15 September 2017 mendatang. Tim ini akan dipimpin langsung oleh Ketua Kwarnas Pramuka Adyaksa Dault.  Selain Adyaksa sebagai Mantan Menpora, ekpedisi ini juga akan diikuti satu mantan Menteri lagi yakni menatan Menteri Pertanian Anton Arpiyono.

Di puncak gunung tertinggi di Eropa Barat itu, selain mengibarkan bendera putih Tim Ekspedisi bertajuk “BRI-Gerakan Pramuka-Vanaprastha Untuk Merah Putih” itu juga akan mengibarkan spanduk Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, Dasar Darma Pramuka, dan Visit Indonesia.

“PIP3D adalah aksi menancapkan bendera merah putih di gunung-gunung tertunggi dunia, termasuk Mount Blanc, sekaligus juga untuk mempromosikan pariwisata Indonesia dan identitas-identitas Indonesia lainnya seperti Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Dasa Dharma Pramuka,” kata Adyaksa dalam jumpa persnya di Jakarta, Sabtu, 2 September 2017.

Tim ekspedisi ke Mont Blanc berjumlah 18 orang dan memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Akan tetapi, perbedaan paling mencolok bisa terlihat dari umur karena usia mereka berkisar dari 28 tahun hingga 61 tahun. Bahkan dari seluruh peserta yang ikut, 10 di antaranya sudah berusia di atas 50 tahun.

Meski berbeda usia, seluruh peserta ekspedisi sama-sama melakukan persiapan selama setahun sebelum berangkat ke Mont Blanc. Beberapa persiapan itu adalah mendaki Gunung Gede Pangrango sebulan sekali, melatih teknik mendaki tebing, menaklukkan puncak gunung Fansipan di Vietnam, mengibarkan bendera Merah Putih di puncak Gunung Kinabalu Malaysia, melakukan tes medis, fisik dan penguatan kerjasama tim juga.

Gembong Tawang Alun selaku Ketua Tim Ekspedisi Mont Blanc menerangkan, perbedaan usia antar peserta yang cukup mencolok itulah yang menginsipirasi adanya tajuk dua generasi berbeda. Kendati berbeda, semua peserta sama-sama antusias dan sudah melewati seluruh persiapan dengan matang.

“Nanti kita lihat bagaimana dua generasi yang berbeda zaman ini saling bekerjasama dan bahu membahu untuk menancapkan bendera Merah Putih di puncak-puncak dunia untuk Indonesia. Pasalnya, pendakian ini bisa menjadi salah satu cara untuk membentuk mental bangsa juga,” papar Gembong dalam jumpa pers.

Berikut nama-nama 18 anggota Tim Ekspedisi ke Mont Blanc: 1) Adhyaksa Dault, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka (54 Th); 2) Gembong Tawang Alun, Ketua Tim Ekspedisi (59 Th); 3) Anton Apriyantono, Mantan Menteri Pertanian (58 th); 4) Hidayat Hassan (61 Th); 5) Ariesto Edwin (56 th); 6) Tumpak Simanjuntak (57 Th); 7) Popo Nurakhman (37 Th); 8) Soewarjono Lempo (39 Th) 9) Edi Karyudi (44 Th); 10) Eko Sulistio (44 Th); 11) M. Syanusi (29 Th); 12) Karsiman (33 Th); 13) M. Fairus (28 Th); 14) Norman (35 Th); 15) Wiyanto Suharjo (53 Th); 16) Sari Madjid (55 Th); 17) dr. Adhyrusman, Dokter (53 Th); 18) Hariqo Wibawa Satria (35 Th)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *