Presidan Tegaskan Komitmen Politik Luar Negeri Bebas Aktif dan Dorong Kerja Sama Berkeadilan
Presiden Prabowo Subianto saat menerima surat kepercayaan sembilan duta besar negara sahabat di Istana Merdeka (Foto: BMPI Setpres)
El John News, Jakarta-Komitmen Indonesia dalam memperkuat hubungan internasional kembali ditegaskan Presiden Prabowo Subianto saat menerima surat kepercayaan sembilan duta besar negara sahabat di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Pada pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya kolaborasi antarnegara di tengah berbagai tantangan global yang terus berkembang. Menurutnya, kerja sama yang erat menjadi kunci dalam menciptakan dunia yang lebih adil dan sejahtera.
Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno menjelaskan, Presiden menyampaikan apresiasi kepada para duta besar yang hadir sebagai perwakilan negara-negara sahabat dan menegaskan kembali komitmen Indonesia terhadap politik luar negeri bebas aktif.
“Beliau menyampaikan senang dengan kehadiran para duta besar itu mewakili banyak negara. Beliau juga menyampaikan prinsip-prinsip dasar politik luar negeri kita bebas aktif,” ujar Havas kepada awak media usai prosesi penyerahan surat kepercayaan.
Havas yang didampingi Wakil Menteri Luar Negeri Muhammad Anis Matta dan Arrmanatha Christiawan Nasir mengatakan, Presiden juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas negara di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
Menurutnya, kerja sama internasional perlu terus diperkuat dalam berbagai sektor agar dapat menciptakan tatanan dunia yang lebih adil dan memberikan manfaat bagi seluruh bangsa.
“Beliau juga menyampaikan perlunya di masa sekarang ini negara-negara bekerja sama dan membuat berbagai macam kerja sama di berbagai bidang untuk menciptakan keadilan,” lanjut Havas.
Lebih lanjut, Havas menerangkan bahwa penyerahan surat kepercayaan merupakan bagian dari tradisi diplomatik yang menandai dimulainya masa tugas resmi seorang duta besar di negara penerima. Dokumen tersebut umumnya ditandatangani oleh kepala negara atau kepala pemerintahan dari negara asal masing-masing duta besar.
“Jadi yang kita lakukan adalah sekarang tradisi menerima surat kepercayaan dari para duta besar, yang mereka suratnya biasanya ditandatangani oleh bisa presiden, bisa raja. Jadi tergantung dari negaranya masing-masing,” jelasnya.
Setelah prosesi resmi selesai, Presiden Prabowo menggelar ramah tamah bersama para duta besar dalam suasana hangat dan informal. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari praktik diplomatik yang lazim dilakukan setelah penyerahan kredensial.
“Setelah itu ada ramah tamah, informal begitu. Itu polanya seperti itu,” ungkap Havas.
Pada kesempatan yang sama, para duta besar juga menyampaikan salam dari kepala negara masing-masing kepada Presiden Prabowo. Selain itu, mereka menyatakan komitmen untuk mempererat hubungan bilateral dan memperluas kerja sama dengan Indonesia di berbagai bidang strategis.
“Biasanya para dubes itu menyampaikan salam dari kepala negara mereka. Jadi satu persatu mereka menyampaikan salam dan juga mereka masing-masing ingin meningkatkan hubungan bilateral dengan Indonesia,” tutur Havas.
