Presiden: Bantuan Asing Untuk Gempa di Sulteng Disesuaikan Kebutuhan
Presiden Jokowi mengatakan Indonesia siap menerima bantuan dari negara lain untuk penanganan dampak gempa dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, pada Jumat, 28 September 2018 lalu. Presiden ingin bantuan asing tersebut, merupakan bantuan yang sedang dibutuhkan para korban.
“Saya juga menyampaikan, bahwa bantuan luar negeri kita terima, dan bantuan yang ada disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di lapangan,” kata Presiden saat menyampaikan kata pengantar pada Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, 2 September 2018.
Menurut Presiden, dirinya telah menerima telpon dari beberapa pemimpin negara seperti Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saudi, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, serta PM Australia Scott Morrison. Para pemimpin negara itu menyampaikan duka citas atas musibah ini, dan sekaligus menawarkan bantuan.
“Karena telepon-telepon yang masuk kepada kami, meminta apa yang dibutuhkan. Kemarin, Raja Salman (Raja Arab Saudi) menelepon langsung, Presiden Turki (Erdogan) menelepon langsung, dan perdana menteri Australia juga,” ujar Presiden.
“Saya kira, segera saja, kalau bisa hari ini disampaikan pada mereka kebutuhan-kebutuhan yang kita butuhkan di lapangan, terutama tenda-tenda yang saya lihat sangat kurang, dan kita harap juga logistik,” tambahnya.
Melalui akun Instagram-nya pagi ini, Selasa, 2 Oktober 2018, Presiden juga sempat menyampaikan banyaknya bantuan yang diberikan oleh negara lain kepada para korban bencana. Tawaran bantuan serta ungkapan belasungkawa tersebut menunjukan Indonesia tak sendiri dalam menghadapi bencana yang terjadi.
Untuk memastikan bantuan ini tepat sasaran, Presiden telah menunjuk Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto sebagai koordinator pengananan dampak gempa dan tsunami. Sedangan untuk dibawah Wiranto ada Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai komadan penanganan bencana alam ini.
“Saya kira segera saja kalau bisa hari ini bisa disampaikan pada mereka kebutuhan-kebutuhan yang kita butuhkan di lapangan,” ungkap Presiden