Karhutla Riau Meluas, BNPB Catat Lebih dari 3.400 Hektare Terbakar

0
6be2e2fe-6e18-4752-b750-4d4b124ad849

Ilustrasi kasus kebakaran hutan dan lahan di Riau semakin meluas (Foto: generated AI)

El John News-Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus mengalami peningkatan dalam beberapa bulan terakhir. Hingga pertengahan April 2026, luas area terdampak kebakaran dilaporkan telah mencapai lebih dari 3.400 hektare.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa hingga 13 April 2026 total luas lahan terbakar mencapai sekitar 3.456,23 hektare. Angka ini menunjukkan adanya penambahan dibandingkan data sebelumnya.

“Terjadi penambahan sekitar empat hektare dibandingkan data sepekan lalu,” ujarnya di Jakarta, Selasa.

Sebelumnya, Direktorat Pusat Pengendalian Operasi BNPB mencatat luas kebakaran di Riau sebesar 2.713,26 hektare pada periode 1 Januari hingga 24 Maret 2026. Kenaikan tersebut menandakan tren peningkatan yang perlu diwaspadai.

Menurut Abdul Muhari, perluasan kebakaran terkonfirmasi terjadi di sejumlah wilayah, di antaranya Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hulu, dan Kabupaten Indragiri Hilir.

“Penambahan luas kebakaran terjadi di beberapa wilayah tersebut yang menjadi titik rawan karhutla,” jelasnya.

Pemerintah daerah setempat masih menetapkan status siaga darurat karhutla hingga 30 November 2026. Langkah ini diambil untuk mempercepat koordinasi dan penanganan di lapangan.

Dalam upaya pengendalian, BNPB turut mendampingi pelaksanaan operasi modifikasi cuaca guna membantu menekan potensi perluasan kebakaran.

Selain itu, penanganan darurat dilakukan secara intensif melalui kerja sama berbagai pihak, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah, tim Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan wilayah Sumatera, serta unsur terkait lainnya.

Upaya pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara, termasuk penggunaan helikopter untuk menjangkau titik api yang sulit diakses.

“Pemadaman terus dilakukan baik melalui darat maupun udara, disertai peningkatan patroli di wilayah rawan,” tambah Abdul.

Tidak hanya fokus pada pemadaman, tim gabungan juga melakukan evakuasi warga yang terdampak asap, pendataan kerugian, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

BNPB mengingatkan bahwa upaya penanganan harus terus diperkuat, mengingat potensi kebakaran masih tinggi seiring kondisi cuaca yang kering di sejumlah wilayah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *