Presiden Jokowi Ajak Pengusaha Lokal Terlibat Aktif dalam Pembangunan IKN

0
screenshot-1722401514147

Presiden Joko Widodo menggelar pertemuan dengan pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kalimantan Timur serta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kaltim di Istana Garuda, Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Pertemuan ini membahas peran penting pengusaha lokal dalam proyek pembangunan IKN, serta beberapa isu terkait.

Usai pertemuan Ketua Umum KADIN Kaltim Donna Faroek mengatakan Presiden Jokowi menegaskan komitmenya untuk meningkatkan keterlibatan pengusaha lokal dalam proyek IKN. Ia menyatakan harapannya agar KADIN dan HIPMI tidak hanya berperan sebagai subkontraktor, tetapi juga sebagai pemain utama dalam pembangunan tersebut.

“Insya Allah kita akan merangkul lebih luas lagi teman-teman untuk bisa berperan tidak hanya sebagai subkontraktor tetapi juga sebagai pemain utama dalam proyek ini. Saya berharap Pak Basuki dan Pak Pratik dapat membantu mempermudah akses bagi pengusaha lokal untuk terlibat lebih banyak dalam pembangunan IKN,” ujar Donna.

Donna menambahkan bahwa penting bagi pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan di Kalimantan Timur, mengingat provinsi ini masih bergantung pada pasokan pangan dari daerah lain seperti Jawa dan Sulawesi.

“Dengan adanya IKN, jumlah pekerja akan meningkat menjadi 23 ribu, dan akan ada tambahan ASN serta TNI-Polri. Ini memerlukan perhatian khusus dalam penyediaan pangan,” jelas Donna.

Menurut Donna, terdapat potensi besar untuk pengembangan lahan pertanian di Penajam Paser Utara (PPU), seluas sekitar 13 ribu hektar, yang hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal. “Kami berharap pengembangan lahan ini dapat ditindaklanjuti untuk mendukung kebutuhan pangan IKN,” ungkap Donna.

KADIN Kaltim juga menekankan perlunya kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Pertanian, serta pemerintah daerah. Saat ini, pemerintah daerah dinilai belum optimal dalam membantu petani di PPU.

HIPMI juga mengajukan aspirasi mereka untuk terlibat lebih aktif dalam proyek-proyek IKN. Mereka mengharapkan peluang yang lebih besar dalam hal perizinan dan partisipasi dalam proyek-proyek utama. “Kami berharap proses perizinan dipermudah sehingga anggota HIPMI dapat membuka usaha seperti cafe dan rumah makan, mengingat kebutuhan yang akan meningkat di IKN,” kata Donna.

Selain itu, Ketua KADIN Balikpapan Yaser Arafat melaporkan bahwa Presiden Jokowi juga menginstruksikan Menteri Perhubungan dan Menteri PUPR untuk segera menyelesaikan isu-isu terkait transportasi massal dan penyediaan air bersih untuk kota-kota penyangga IKN seperti Balikpapan, Samarinda, dan PPU. “Keberhasilan pembangunan IKN juga harus diiringi dengan pembangunan yang merata di kota-kota penyangga, seperti Balikpapan, Samarinda, dan Penajam,” tambah Yaser.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, serta Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional Raja Juli Antoni. Pengurus KADIN dan HIPMI Kaltim yang hadir mencakup Ketua Umum KADIN Kaltim Donna Faroek, Ketua KADIN Balikpapan Yaser Arafat, Ketua KADIN PPU Rusdiansyah, Ketua Umum HIPMI Kaltim Andi Adi Wijaya, Ketua Umum HIPMI Balikpapan Adam Dustin Bhakti, dan Ketua Umum HIPMI Samarinda Aris Nur Huda.

Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat peran pengusaha lokal dalam pembangunan IKN dan meningkatkan kontribusi mereka terhadap ketahanan pangan serta peluang usaha di wilayah tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *