BusinessEconomicHeadline News

Presiden Jokowi Akan Bangun Gedung Khusus Perizinan Investasi

Urusan izin investasi yang berbelit-belit  membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutar otak untuk mencari solusi dalam mengatasi proses perizinan   yang memakan waktu  lama tersebut.  Solusi itu, yakni Presiden akan membangun satu gedung khusus untuk pengurusan perizinan.  Diharapkan gedung ini dapat direalisasikan tahun depan.

“Tahun depan kita harus miliki gedung khusus untuk urusan perizinan. Enggak ada pergi ke sana ke sini,” kata Jokowi dalam Pencatatan Perdana Efek Beragun Aset Mandiri JSMR01 di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 31 Agustus 2017.

Dengan demikian, diharapkan perizinan dapat diurus langsung dalam satu atap tanpa harus berpindah gedung atau instansi. Sehingga proses perizinan bisa berlangsung lebih cepat.

“Urusnya sekali saja datang, semuanya diurus single submission. Ini kecepatan yang ingin kita berikan,” ujar Jokowi.

Masalah investasi selalu menjadi isu yang  menjadi pembahasan Jokowi disetiap menjalan aktivitasnya sebagai kepala negara. Belum lama ini Presiden juga meminta kepada meminta seluruh jajaran menteri Kabinet Kerja untuk memanfaatkan momentum kepercayaan dunia internasional terhadap sektor investasi di Indonesia.
Percepatan perizinan khususnya dalam investasi menjadi target Jokowi. Ia meminta proses perizinan di Indonesia tidak lagi memakan waktu yang berlarut-larut.

“Dulu juga sangat sulit urusan di BKPM bertahun-tahun, nyatanya sekarang bisa 3 jam 8 izin. Saya sampaikan kepada Menteri Jangan sampai bulan, sampai tahun. Tapi masih ada,” kata Jokowi.

Presiden menegaskan telah banyak lembaga pemeringkat internasional yang memberikan peringkat membanggakan bagi Indonesia. Kondisi seperti inilah yang diinginkan Presiden untuk dimanfaatkan para pembantunya untuk sebanyak-banyaknya menarik investor luar negeri. Seperti diketahui Indonesia mendapatkan peringat yang cukup tinggi dari sejumlah lembaga pemeringkat dunia seperti Fitch Ratings, Moody’s Investors Service , dan Standard and Poor’s. Dengan peringkat Indonesia yang meroket maka Indonesia pantas disebut sebagai negara layak investasi.

Bahkan yang baru-baru ini dari organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), United Nations Conference on Trade and Developments (UNCTAD) menempatkan Indonesia pada peringkat keempat sebagai negara tujuan investasi yang prospektif, selama periode 2017-2019. Sedangkan berdasarkan riset Bank Dunia, kemudahan berinvestasi di Indonesia naik dari peringkat 120 pada tahun 2015 menjadi 91 pada 2016.

“Ini yang harus kita manfaatkan betul-betul secepat-cepatnya. Momentum tidak akan datang dua atau tiga kali. Ini momentumnya sudah ada di tangan,” kata Presiden.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close