Prioritaskan Protokol Kesehatan, Disbupar Kalteng Selenggarakan “Gelar Seni dan Budaya 2020”
Meski dilangsungkan di tengah pandemi Covid 19, “Gelar Seni Budaya Tahun 2020” yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Disbudpar Kalimantan Tengah (Kalteng) bekerjasama UPT Taman Budaya pada Sabtu (25/7/2020), tetap berjalan sukses. Kegiatan pariwisata yang dilangsungkan di UPT Taman Budaya Kalteng Jalan Temanggung TIlung XIII ini, dibuka oleh Kepala Disbudpar Kalteng Guntur Talajan.
Acara ini tetap menerapkan protokol kesehatan, baik untuk pengisi acara maupun tamu undangan. Untuk pengisi acara diwajibkan menggunakan masker, jaga jarak, selalu cuci tangan dan diukur suhu tubuhnya. Mereka yang tampil dibatasi dari total kapasitas panggung. Para pengisi acara tidak hanya dari Kalteng saja, namun juga melibatkan penari dan pekerja seni lainnya dari berbagai daerah, seperti Yogyakarta, Papua dan Sumatera.
Hal yang sama juga diterapkan kepada tamu undangan, yakni untuk mentaati protokol kesehatan. Jumlah tamu yang diundang pun sedikit, meski Kapasitas gedung UPT Taman Budaya Kalteng sangat luas.
“Kapasitasnya luas sekali bisa 3.000 sampai 5.000 tapi kita cuma mengundang 30 orang saja paling banyak. Dengan sistem tetap pakai masker, suhu badan, cuci tangan, jaga jarak meski kapasitas gedung UPT besar, namun tidak semua terisi penuh,” kata Kepala Disbudpar Kalteng Guntur Talajan saat diwanwacarai tim liputan El John News, Selasa (28/7/2020).
Guntur bersyukur, sudah empat kali digelar di masa pandemi ini, Gelar Seni dan Budaya tahun 2020 tidak melahirkan klaster baru. Mereka yang tampil maupun menonton sehat dan terbebas dari Covid-19. Hal tersebut didapat karena kesadaran tinggi masyarakat Kalteng akan pentingnya menjalani protokol kesehatan.
Guntur menjelaskan, tujuan diselenggarakan acara ini untuk memperdalam pelestarian pengembangan seni dan budaya dayak Kalteng. “Pada intinya adalah kita mengarahkan sanggar dan pelaku seni, paguyuban dan pecinta budaya ini untuk melestarikan, pengembangan dan kualitas. Jadi kita bersyukur di Kalteng, meski ada budaya-budaya di luar, mereka tetap memperkuat budaya daerahnya dan cinta,” ujar Guntur.
Selain itu acara tersebut digelar untuk mengedukasi, dan mensosialisasikan kepada masyarakat tentang seni dan budaya Kalteng. Tak berhenti di situ, acara ini juga sebagai semulasi mamasuki era baru.
Lebih lanjut Guntur mengungkap bahwa “Gelar Seni Budaya Tahun 2020” juga untuk memperkuat promosi seni dan budaya Kalteng di tengah pandemi. Untuk sasarannya, selain pasar domestik juga ke mancanegara namun untuk kawasan ASEAN.
“Untuk promosi tetap saya kita ke ASEAN saja dulu, Malaysia, Singapura, Brunei, untuk ke eropa mungkin tidak,” ungkap Guntur seraya menambahkan acara ini akan berlanjut hingga Desember 2020.

