Proyek Bendungan Jenelata Gowa Ditargetkan Selesai Tahun 2022

0
IMG-20190201-WA0068

Pemerintah pusat berencana membangun bendungan baru di Gowa sebagai langkah antisipasi mengurangi banjir saat terjadi curah hujan tinggi.

Pemerintah pun mengalokasikan anggaran dari APBN sebesar Rp 1,7 triliun hingga Rp 2 triliun untuk pembangunan Bendungan Jenelata, yang akan dibangun di Kecamatan Manuju Kabupaten Gowa tahun ini.

Luas lahan bendungan Jenelata diperkirakan kurang lebih 1.702,81 hektar, yang terdiri dari kebutuhan luas lahan untuk konstruksi kurang lebih 70,83 hektar. Luas lahan untuk quarry/akses dll 199,80 hektar, luas untuk fasilitas umum 2,23 hektar, kebutuhan lahan untuk genangan 1.220,60 hektar dan kebutuhan lahan untuk greenbelt 209,35 hektar.

Selain itu, data teknis luas DAS (daerah aliran sungai) sebesar 222,61 Km2. Luas genangan 12,20 Km2, volume tampungan maksimal 246 juta m3, volume tampungan mati 8,15 juta m3, volume tampungan efektif 238,00 juta m3, debit banjir maksimum 3.598,98 m3/detik, debit banjir rancangan 2.547,80 m3/detik, tipe bendungan urugan zona dengan inti kedap air.

Tak sampai disitu, tinggi bendungan ini berkisar 59,8 m, untuk panjang puncak bendungan 1.460 m, lebar puncak bendungan 12,00 m, elevasi puncak bendungan +105,80, elevasi pelimpah +99,50, elevasi dasar +46,00, tipe bangunan pelimpah pelimoah samping, panjang mercu pelimpah 80,00 m, panjang terowongan 850,00 m dan diameter terowongan 4.50 m.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ), T Iskandar mengatakan pembangunan Bendungan Jenelata akan dimulai tahun ini, dengan anggaran sekitar Rp 1,7 triliun hingga Rp 2 triliun dari APBN.

“Kita akan mulai tahun ini dengan estimasi selesainya tahun 2022 atau paling lambat 2023 mendatang,” akunya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *