Proyek Pembangunan Jalan Bebas Hambatan MKTT Masih Hadapi Masalah Pembebasan Lahan
Nasib kurang baik masih menghinggapi proses pembangunan jalan bebas hambatan Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT) seksi 7 mulai dari Sei Rampah-Tebing Tinggi sepanjang 8,87 KM, karena sampai sekarang masih menemui kendala.
Direktur Teknik dan Operasional PT Jasa Marga – Kualanamu, Agus Choliq menyebut kendala tersebut adalah mengenai masalah pembebasan lahan yang masih menemui jalan buntu.
“Ada 12 persil lagi lahan yang belum bisa. Upaya konsinyasi sudah coba kami lakukan, sejauh ini sih pekerjaan konstruksi tetap berjalan, untuk pembebasan lahan kami terus upayakan,” ungkap Agus kepada Eljohnnews.com di Medan, pada hari Minggu (3/6).
Kendati pun masalah pembebasan lahan ini masih mencakup jumlah yang sangat banyak, Agus tetap meyakini bahwa target pembangunan jalan bebas hambatan MKTT bisa tetap berjalan lancar dan selesai sesuai jadwalnya.
“Mudah – mudahan Oktober nanti, MKTT ini sudah bisa rampung pekerjaan fisiknya,” kata Agus.
Disebabkan kondisi terkininya, Agus menyebut jalan bebas hambatan MKTT Seksi 7 masih belum bisa dipergunakan saat arus mudik maupun arus balik Lebaran 2018 nanti.
Berbeda dengan jalur di seksi 1, Agus mengatakan bahwa jalan bebas hambatan MKTT seksi 1 Tanjung Morawa-Parbarakan sepanjang 10,75 Km sudah rampung pengerjaannya. Menurut rencana ruas jalan tersebut sudah akan dipergunakan paling lambat H-5 Lebaran.
“Saat seksi 1 sudah difungsikan, maka pengguna jalan bebas hambatan (tol) Belawan-Medan-Tanjung Morawa (Belmera) bisa langsung menuju ke tol MKTT. H-5 atau H-7 sudah akan dipergunakan, jadi yang dari Belmera bisa langsung belok ke MKTT, tanpa keluar terlebih dahulu. Namun, operasionalnya masih menunggu keluarnya izin fungsional dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan,” jelasnya.
Agus juga menyatakan keyakinannya bahwa izin fungsional yang dimaksud sudah dapat keluar pekan depan. Sehingga, jalan bebas hambatan Belmera dan MKTT sudah bisa dipergunakan saat arus mudik dan arus balik Lebaran.
“Kalau fungsional biasanya masih gratis, setelah itu baru dikenakan berbayar. Jalan bebas hambatan MKTT sendiri baru bisa dipergunakan sampai Sei Rampah karena seksi 7 (Sei Rampah – Tebing Tinggi) masih sedang dalam tahap kontruksi,” ungkapnya lagi.
