DestinationTourism

Pulau Tunda, Menjamah Keindahan di Utara Teluk Banten

pulau-tunda

Menungunjungi Banten memang tak ada habisnya ya, sobat traveler. Banyak hal-hal menarik yang akan memanjakan mata sobat traveler semua. Pemandangan yang aduhai, serta keindahan tak terbantahkan dari panorama alam menjadi daya tarik tersendiri. beberapa sudut di Banten pun kini tak lagi menjadi primadona bagi sobat traveler dalam negeri saja, lho. Wisatawan dari mancanegara pun banyak yang mengunjungi tempat-tempat menarik di Banten. Selain keindahan tersebut, yang berupa pegunungan, perbukitan, hutan lindung, jajaran pantai di pesisirnya, Banten juga dikenal sebagai surganya berwisata kuliner. Banyak kuliner-kuliner menarik yang lahir di provinsi ini. Selain itu, budaya masyarakatnya pun akan memebrikan satu kesan dan pengalaman tersendiri bagi sobat traveler semua.

Pulau Tunda jelasnya perlu dimasukan ke dalam daftar tujuan wisata yang wajib Anda kunjungi saat menjelajahi Provinsi Banten. Anda akan terkesima dengan keindahan alam di darat dan biota lautnya yang sudah terkenal di kalangan pecinta snorkeling, diving serta penghobi mancing. Pulau Tunda berlokasi di lepas pantai utara Teluk Banten, secara administratif masuk ke dalam Kabupaten Serang. Luas pulaunya mencakup 257,5 hektar dan dihuni sekira 3.000 penduduk yang tinggal di Desa Wargasara. Mayoritas warga bermata pencaharian sebagai nelayan, sebagian lagi bercocok tanam palawija dan bekerja sebagai pedagang.

Ada dua kampung utama yang bisa Anda jelajahi, yaitu kampung barat dan kampung timur. Keduanya dapat dinikmati dengan trekking dengan menyusuri kebun-kebun, semak belukar dan area pepohonan kelapa yang memperkental suasana alam Pulau Tunda. Istimewanya walaupun lokasi kampung dekat dengan pantai, sumur-sumur di pulau ini memiliki air yang tidak asin sehingga aman untuk konsumsi sehari-hari. Dari Jakarta dengan perjalanan darata Anda dapat mengarahkan perjalanan melalui Tol Kebon Jeruk-Merak untuk kemudian keluar di pintu Tol Serang Timur. Berikutnya lanjutkan perjalanan ke dermaga kecil bernama Karang Hantu. DI sana Anda dapat menyewa perahu dari Palabuhan Karangantu. Perahu berkapasitas maksimal 25 penumpang itu tarifnya Rp2,5-3 juta untuk perjalanan pulang pergi.

Alternatif lain adalah menaiki kapal ferry yang beroperasi tiga hari dalam seminggu yakni Senin, Rabu dan Sabtu. Kapal ferry berangkat pukul 13.00 sedangkan dari Pulau Tunda pada pukul 10.00. Kehidupan bawah laut Pulau Tunda tidak perlu diragukan lagi. Dengan gelombang yang relatif tenang, sekeliling pulau ini memiliki terumbu karang yang melimpah dengan berbagai bentuk, warna dan ukuran. Anda memiliki banyak kesempatan menemukan ikan nemo di sini. Alangkah lebih baik jika berkunjung antara Juli hingga September karena jika menjadi jadwalmigrasi lumba-lumbayang mengitari pulau. Selain snorkeling dan diving, Pulau Tunda juga menjadi tempat sempurna untuk memancing. Ikan segar hasil tangkapan bisa Anda bakar dan nikmati langsung. Keindahan pulau pun digambarkan dalam panorama Matahari terbit dan terbenam yang spektakuler, jelasnya menyajikan suasana yang tenang.

Secara administratif, Di Pulau Tunda terdapat 1 desa yaitu Desa Wargasara. Nama Desa tersebut diartikan sebagai Desa yang warganya taat kepada hukum, Wargasara adalah sebuah nama Desa yang diberikan oleh Almarhum tokoh masyarakat dikala itu yang bernama H. Mohammad Toha yang menjabat sebagai kepala desa. Desa ini terdiri atas 2 dusun yakni Kampung Barat dan Kampung Timur. Pekerjaan penduduk desa umumnya adalah buruh nelayan, bercocok tanam palawija, dan sebagian kecil sebagai pedagang perantara. Seperti halnya kebanyakan wisata pulau, di Pulau Tunda kita dapat melakukan snorkeling, menikmati indahnya pemandangan bawah laut.

Spot-spot snorkeling di Pulau Tunda terdapat di sekeliling pulau ini. Jadi jangan heran jika anda nantinya hanya dibawa berputar keliling pulau saat snorkeling. Pulau Tunda merupakan tempat yang sering digunakan untuk memancing. Kalau anda hobby memancing, jangan lupa membawa peralatan pancing. Bahkan sebenarnya pulau ini masih belum dikenal sebagai daerah wisata. Belum banyak wisatawan yang tahu dan berkunjung ke pulau ini. Berbeda halnya dengan pulau-pulau di Kepulauan Seribu. (arf)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button