Puluhan Juta Pekerja Terima THR, Konsumsi Nasional Diprediksi Melejit
Ilustrasi pemerintah siapa THR Ro55 Triliun untuk ASN, TNI-Polri dan Pensiunan (Foto: Generated AI)
El John News, Jakarta-Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2026. Arahan tersebut sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto agar momentum Lebaran memberi dampak luas bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp55 triliun untuk pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi aparatur negara dan pensiunan. Hal tersebut disampaikan Airlangga dalam konferensi pers, Selasa (3/3/2026).
“Komponen yang dibayarkan 100% penuh meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan atau kinerja sesuai dengan regulasi yang berlaku. Pemberian THR merupakan hal yang berbeda dengan pemberian gaji yang ke-13, jadi saya garis bawahi bahwa THR ini tidak sama dengan gaji ke-13”
Airlangga Hartarto (Menko Bidang Perekonomian)

Swasta Wajib Bayar Penuh, Tak Boleh Dicicil
THR tersebut akan disalurkan kepada 2,4 juta ASN pusat, prajurit TNI/Polri melalui APBN sebesar Rp22,2 triliun, 4,3 juta ASN daerah melalui APBD Rp20,2 triliun, serta 3,8 juta pensiunan dengan alokasi Rp12,7 triliun.
Untuk sektor swasta, Pemerintah menegaskan THR wajib dibayarkan penuh dan tidak boleh dicicil, paling lambat tujuh hari sebelum Idulfitri. Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, terdapat 26,5 juta pekerja penerima upah dengan estimasi total THR mencapai Rp124 triliun yang diproyeksikan mendorong konsumsi nasional.
Selain THR, Pemerintah juga memastikan Bonus Hari Raya (BHR) bagi mitra pengemudi ojek online. Airlangga menyampaikan bahwa komunikasi dengan para aplikator telah dilakukan secara intensif.
“Kemudian bonus hari raya untuk ojek online ini, bonus hari raya ini telah dilakukan komunikasi intensif dengan para aplikator dan Alhamdulillah komitmen kuat dari para aplikator juga diwakili dengan yang hadir pada pagi hari ini,” ujarnya.
Pada 2026, BHR akan diberikan kepada lebih dari 850 ribu mitra dengan total nilai sekitar Rp220 miliar. Dua perusahaan besar, GoTo dan Grab, menyiapkan dana agregat Rp100 hingga Rp110 miliar. Sementara Maxim dan inDrive juga menyatakan komitmennya.
Di samping itu, Pemerintah menggulirkan stimulus lain berupa diskon transportasi senilai Rp911,16 miliar, bantuan pangan untuk 35,04 juta keluarga, serta kebijakan Work From Anywhere pada tanggal tertentu di Maret 2026.
Pemerintah berharap berbagai kebijakan ini dapat menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat konsumsi rumah tangga, serta memastikan masyarakat merayakan Ramadan dan Idulfitri dengan lebih tenang dan sejahtera.
